Ramalan Dukun Peru 2026: Prediksi Sakit Trump & Kaburnya Maduro

- Rabu, 31 Desember 2025 | 13:50 WIB
Ramalan Dukun Peru 2026: Prediksi Sakit Trump & Kaburnya Maduro
Ramalan Dukun Peru 2026: Prediksi Sakit Trump & Kaburnya Maduro

Ramalan Dukun Peru untuk 2026: Trump Sakit Parah, Maduro Kabur dari Venezuela

Para dukun di Peru telah menggelar ritual ramalan tahunan mereka untuk menyambut Tahun Baru 2026. Ritual tersebut digelar di Pantai Selatan Lima pada Selasa, 30 Desember 2025.

Dalam prosesi yang penuh warna, para dukun mengenakan ponco tradisional, menaburkan bunga di pasir, dan membawa serta poster para pemimpin dunia terkemuka. Poster-poster tersebut kemudian menjadi bagian dari ritual, mulai dari disilangkan dengan pedang, dibakar kemenyan, hingga diinjak-injak.

Prediksi Mengejutkan untuk Donald Trump dan Nicolas Maduro

Salah satu dukun, Juan de Dios Garcia, mengeluarkan ramalan mengejutkan tentang mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. "Amerika Serikat harus bersiap-siap karena Donald Trump akan jatuh sakit parah," ujarnya.

Ramalan tajam juga ditujukan kepada Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Garcia menyatakan, "Kami melihat Nicolas Maduro dikalahkan. Nicolas Maduro akan melarikan diri dari Venezuela. Dia tidak akan ditangkap."

Selain Trump dan Maduro, poster pemimpin lain seperti Vladimir Putin (Rusia), Xi Jinping (China), dan Volodymyr Zelensky (Ukraina) juga ikut dalam prosesi ritual tersebut.

Akurasi Ramalan Dukun Peru: Tidak Selalu Tepat

Perlu dicatat bahwa ritual ramalan tahunan oleh dukun Peru ini tidak selalu akurat. Sebagai contoh, pada ramalan untuk tahun 2023, mereka meramalkan perang Rusia-Ukraina akan berakhir pada 2024. Kenyataannya, konflik tersebut masih berlangsung hingga penghujung tahun 2025.

Ritual ini lebih dipandang sebagai tradisi budaya dan spiritual masyarakat setempat dalam menyambut tahun baru, ketimbang sebuah ramalan yang pasti terjadi. Prediksi yang dilontarkan kerap menjadi bahan perbincangan dan analisis global.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar