Effendi menegaskan bahwa kasus ini seharusnya murni masalah akademis, namun pada kenyataannya tidak demikian. Ia juga menyoroti pernyataan Roy Suryo yang pernah menyatakan kesiapan menghentikan kasus ijazah Jokowi, tetapi belum tentu untuk kasus yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka.
Respon Jokowi: Ada Agenda dan Orang Besar di Balik Isu
Pada kesempatan terpisah, Presiden Jokowi mengaku telah mengetahui nama orang besar di balik isu ijazah palsu yang telah bergulir selama empat tahun. Jokowi meyakini isu ini dimainkan karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya.
"Saya pastikan iya (ada agenda besar dan orang besar di balik kasus ijazah)," kata Jokowi dalam tayangan KompasTV. Meski menyebut sosok tersebut mudah ditebak, Jokowi enggan menyebutkan namanya ke publik.
Pernyataan UGM dan Komitmen Jokowi ke Ranah Hukum
Jokowi menyayangkan isu ini terus dipermasalahkan padahal Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyatakan keaslian ijazahnya. Ia menegaskan kesiapannya untuk menunjukkan ijazah asli dari SD hingga sarjana di forum pengadilan.
"Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya," ucapnya. Jokowi membawa kasus ini ke ranah hukum sebagai pembelajaran agar masyarakat tidak mudah menuduh, menghina, atau mencemarkan nama baik orang lain tanpa bukti yang kuat.
Artikel Terkait
Hotman Paris Sindir Kreator Podcast: Pemilik Akun Justru Juara Selingkuh
Menteri Keuangan Sulit Tidur, Penerimaan Pajak 2025 Dipastikan Meleset Rp57,8 Triliun
Mulai 2026, Hukuman Kerja Sosial Gantikan Penjara untuk Kejahatan Tertentu
Video Viral Jule dan Yuka di Hotel: Fakta Hoaks & Bahaya Link Phishing