Kontroversi Trump Center: Protes Seniman & Gugatan Hukum Guncang Dunia Seni AS

- Kamis, 01 Januari 2026 | 03:00 WIB
Kontroversi Trump Center: Protes Seniman & Gugatan Hukum Guncang Dunia Seni AS

Kontroversi Trump Center: Protes Seniman dan Gugatan Hukum Mengguncang Dunia Seni AS

Washington DC diguncang kontroversi setelah Kennedy Center for the Performing Arts tiba-tiba berganti nama menjadi Trump Center pada 18 Desember. Keputusan dewan direksi yang ditunjuk mantan Presiden Trump ini memicu gelombang protes dari komunitas seniman dan pertanyaan serius tentang legalitasnya.

Penolakan Keras dari Dunia Seni dan Budaya

Dunia seni merespons dengan aksi penolakan kolektif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejumlah seniman ternama membatalkan partisipasi mereka sebagai bentuk protes:

  • The Cookers (Band Jazz): Membatalkan pertunjukan sambil menegaskan bahwa jazz lahir dari semangat perlawanan.
  • Kristy Lee (Penyanyi Folk): Menyatakan pengunduran diri dengan alasan menjaga integritas seni.
  • Chuck Redd (Musisi): Mengundurkan diri dari peran pemimpin konser Malam Natal setelah hampir 20 tahun.

Tuntutan Hukum dan Tuduhan Pelanggaran Prosedur

Kontroversi semakin memanas dengan munculnya tuntutan hukum. Ketua Kennedy Center, Ric Grenell, mengkritik keras dan mengancam akan menuntut ganti rugi hingga $1 juta kepada seniman yang mundur, yang ia sebut sebagai "pertunjukan politik".

Di sisi lain, anggota Kongres dari Partai Demokrat, Joyce Beatty, mengajukan gugatan. Keluarga Kennedy juga menegaskan bahwa persetujuan Kongres diperlukan untuk mengubah nama lembaga yang didirikan untuk menghormati Presiden John F. Kennedy ini, menuduh tindakan ini melanggar hukum.

Politik vs Budaya: Intervensi Pemerintahan Trump dalam Lembaga Seni

Halaman:

Komentar