Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:50 WIB
Henti Jantung Mendadak: 4 Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

4. Aktivitas Fisik Berlebihan

Pada individu dengan kondisi jantung tertentu, aktivitas fisik yang sangat intens dapat memicu lonjakan adrenalin yang justru mengganggu irama jantung dan memicu SCA.

Cara Mencegah Henti Jantung Mendadak

Meski datang tiba-tiba, risiko SCA dapat diminimalkan dengan langkah-langkah proaktif berikut:

1. Rutin Medical Check-Up dan Deteksi Dini

Jangan tunggu gejala. Lakukan pemeriksaan jantung berkala, termasuk EKG (Elektrokardiogram) dan Ekokardiografi, terutama jika memiliki riwayat keluarga penyakit jantung atau kematian mendadak.

2. Kelola Faktor Risiko Penyakit Jantung

Terapkan pola hidup sehat: kontrol tekanan darah dan kolesterol, jaga berat badan ideal, kelola stres, berhenti merokok, dan batasi konsumsi alkohol.

3. Kenali Sinyal Tubuh dan Batas Diri

Hentikan aktivitas jika muncul gejala seperti nyeri dada, jantung berdebar tidak teratur (palpitasi), pusing hebat, atau sesak napas yang tidak biasa, dan segera konsultasi ke dokter.

4. Pelajari Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Penggunaan AED

Penanganan segera adalah kunci. Pelajari cara melakukan CPR (RJP) dan penggunaan AED (Automated External Defibrillator). AED adalah alat kejut jantung yang dapat menyelamatkan nyawa saat terjadi SCA di tempat umum.

Kesimpulan

Kematian mendadak akibat henti jantung, seperti yang dialami Lula Lahfah, adalah tragedi yang mengingatkan kita bahwa kesehatan jantung adalah prioritas di segala usia. Dengan memahami penyebab, melakukan pencegahan melalui gaya hidup sehat dan pemeriksaan rutin, serta membekali diri dengan pengetahuan pertolongan pertama, kita dapat mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat ini. Lindungi jantung Anda, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Halaman:

Komentar