Gejala GERD yang Dialami Lula Lahfah: Penyebab, Bahaya, dan Cara Mencegahnya

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:25 WIB
Gejala GERD yang Dialami Lula Lahfah: Penyebab, Bahaya, dan Cara Mencegahnya
Mengenal Gejala GERD, Penyakit yang Pernah Dialami Lula Lahfah

Mengenal Gejala GERD, Penyakit yang Pernah Dialami Lula Lahfah Sebelum Meninggal

Kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah pada Jumat, 23 Januari 2026, mengejutkan banyak pihak. Ia ditemukan tak bernyawa di unit apartemennya di Jakarta Selatan di usia 26 tahun.

Penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan kepolisian, dengan pemeriksaan awal menyebutkan henti jantung dan henti napas. Sebelumnya, Lula sempat mengungkap sejumlah masalah kesehatannya di media sosial, termasuk infeksi saluran kemih (ISK), radang usus, batu ginjal, dan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Meski GERD jarang menyebabkan kematian langsung, kondisi ini dapat memburuk jika tidak ditangani dengan baik, terutama jika ada komplikasi atau infeksi sistemik lainnya.

Apa Itu GERD? Penyebab dan Faktor Risiko

GERD adalah kondisi kronis di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) karena otot katup bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter) tidak menutup sempurna. Naiknya asam lambung ini mengiritasi dinding esofagus dan menyebabkan peradangan.

Beberapa faktor risiko yang dapat memicu atau memperparah GERD antara lain:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Hernia hiatus.
  • Kehamilan.
  • Kebiasaan merokok.
  • Makan dalam porsi besar atau sebelum tidur.
  • Konsumsi makanan berlemak, digoreng, cokelat, kopi, dan alkohol.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin.

Gejala GERD yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala GERD sejak dini sangat penting untuk penanganan yang tepat. Gejala utamanya meliputi:

  • Heartburn: Sensasi panas atau terbakar di dada, seringkali setelah makan dan memburuk saat malam atau berbaring.
  • Regurgitasi: Rasa asam atau pahit di mulut dan tenggorokan akibat naiknya cairan lambung.
  • Nyeri di ulu hati atau dada.
  • Sulit menelan (disfagia).
  • Sensasi seperti ada benjolan di tenggorokan (globus sensation).

Pada kasus tertentu, GERD juga dapat memicu gejala di luar saluran cerna, seperti batuk kronis, suara serak (laringitis), atau serangan asma yang memburuk, terutama pada malam hari.

Komplikasi GERD yang Berbahaya

Jika dibiarkan tanpa penanganan dalam jangka panjang, GERD dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Esofagitis: Peradangan dan luka pada dinding kerongkongan.
  • Striktur Esofagus: Penyempitan kerongkongan akibat jaringan parut dari iritasi berulang.
  • Esofagus Barrett: Perubahan pada sel-sel lapisan esofagus yang meningkatkan risiko kanker esofagus.

Pentingnya Penanganan dan Pencegahan

Kasus kesehatan yang dialami mendiang Lula Lahfah mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran terhadap penyakit GERD. Penanganan biasanya melibatkan perubahan gaya hidup dan pengobatan medis.

Langkah pencegahan dan pengelolaan GERD yang dapat dilakukan:

  • Menjaga berat badan ideal.
  • Hindari makanan pemicu refluks asam.
  • Makan dengan porsi kecil namun lebih sering.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan (beri jarak minimal 2-3 jam).
  • Tinggikan kepala saat tidur.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol.
  • Konsultasi rutin dengan dokter untuk evaluasi dan rencana pengobatan yang tepat.

Meski riwayat GERD menjadi bagian dari kondisi kesehatan Lula Lahfah, penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil investigasi lengkap. Kisah ini menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan, sekecil apapun, perlu mendapatkan perhatian dan penanganan serius untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar