Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ijazah Jokowi: Analisis Lengkap
Oleh: Erizal
Pada Selasa, 21 Januari 2026, pengamat politik Rocky Gerung menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Ia hadir sebagai saksi ahli yang diharapkan dapat meringankan posisi tersangka, yaitu Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.
Ini bukan pertama kalinya Rocky Gerung bertindak sebagai saksi ahli dalam proses hukum. Ia juga kerap memberikan keterangan ahli di berbagai persidangan, termasuk dalam kasus-kasus yang melibatkan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Rocky pernah menjadi saksi ahli dalam kasus yang melibatkan Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti melawan Luhut Binsar Panjaitan, yang berakhir dengan pembebasan keduanya.
Pernyataan Kontroversial Rocky Gerung Soal Ijazah Jokowi
Pemeriksaan Rocky Gerung kali ini sangat menarik, mengingat pernyataan kontroversialnya di masa lalu mengenai ijazah Presiden Jokowi. Dalam sebuah podcast bersama Hendri Satrio, Rocky Gerung pernah menyatakan, "Ijazah Jokowi itu asli, tapi pemiliknya yang palsu."
Pernyataan tersebut sempat memantik imajinasi dan perdebatan publik luas mengenai keaslian ijazah kepala negara. Kini, situasi berkembang seiring dengan mulai terbukanya berbagai informasi terkait kasus ini.
Perkembangan Terkini dan Penurunan Kepercayaan Publik
Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap keaslian ijazah Jokowi telah mengalami penurunan yang signifikan. Pernyataan dari Rektor UGM dan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri dinilai semakin melonggar dan tidak definitif.
Sebagai pengamat yang memiliki akses informasi dari berbagai kalangan, termasuk dari dalam lingkaran kekuasaan, Rocky Gerung dianggap tidak asal bicara. Pernyataannya yang terkesan berlapis dinilai sebagai cara untuk membungkus informasi sensitif yang tidak dapat diungkap secara gamblang pada saat itu.
Strategi Komunikasi dan Esensi Kasus Moral
Rocky Gerung dinilai cerdas dalam memilih diksi. Andai sejak awal ia menyatakan "ijazah palsu, pemilik palsu", ia mungkin akan mudah dianggap sentimentil. Namun, pernyataan "ijazah asli, pemilik palsu" justru membuka ruang diskusi dan kritik yang lebih substantif.
Rocky Gerung sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa kasus ijazah Jokowi ini pada hakikatnya bukan sekadar persoalan hukum, melainkan lebih kepada kasus moral. Ini adalah bentuk pertanyaan publik kepada pemimpinnya mengenai nilai kejujuran yang dianggap semakin sulit ditemukan.
Pemeriksaan Rocky Gerung di Polda Metro Jaya hari ini tentu akan disorot untuk melihat konsistensi analisisnya dan apakah akan ada informasi baru yang terungkap dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen
Presiden Prabowo Usulkan WFH untuk Antisipasi Ancaman Kelangkaan BBM