Tuduhan Mantan Wakil Kepala BGN: Nanik S Deyang Disebut Tak Bersih dan Aktor di Balik Masalah Internal

- Jumat, 12 Juni 2026 | 23:25 WIB
Tuduhan Mantan Wakil Kepala BGN: Nanik S Deyang Disebut Tak Bersih dan Aktor di Balik Masalah Internal
PARADAPOS.COM - Ketegangan internal di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) mencuat ke publik setelah mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, melontarkan tuduhan serius kepada pejabat yang kini menggantikannya, Nanik S Deyang. Melalui kuasa hukumnya, Sony mengaku merasa difitnah dan menyebut Nanik tidak bersih dari permasalahan. Tuduhan ini muncul di tengah proses hukum yang menjerat tiga pimpinan BGN terkait kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, sementara Nanik justru mendapat promosi jabatan.

Kuasa Hukum Buka Suara soal Isi Surat

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum Sony Sanjaya, Elza Syarief, dalam sebuah perbincangan dengan wartawan senior Don Bosco Selamun yang tayang di kanal YouTube Tutur TV, Sabtu, 13 Juni 2026. Elza mengungkapkan apa yang selama ini dirasakan kliennya. “Pak Sony merasa difitnah oleh ibu (Nanik S Deyang) itu dan Pak Sony bilang dia bukannya bersih-bersih amat, justru banyak permasalahan dari dirinya,” kata Elza dalam kesempatan tersebut. Menurut Elza, kekecewaan Sony begitu mendalam. Ia bahkan menirukan pernyataan kliennya yang menyebut Nanik sebagai “tukang fitnah”. Lebih lanjut, Sony menuding bahwa Nanik justru merupakan aktor utama di balik berbagai permasalahan yang terjadi di BGN. “Itu orang benar-benar deh, itu tukang fitnah. Padahal dia itu yang pemain, pemainnya dari bawah sampai itu. Kan yang main tuh dia orang,” ujar Elza menirukan pernyataan Sony.

Kronologi Promosi di Tengah Prahara Hukum

Situasi ini semakin menarik perhatian karena terjadi di saat tiga pimpinan BGN lainnya tengah berurusan dengan Kejaksaan Agung. Di tengah kekisruhan tersebut, Nanik S Deyang justru mendapat amanah baru sebagai Kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Elza menjelaskan bahwa dalam pengakuannya, Sony Sanjaya mengaku hanya menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat perluasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia merasa apa yang dilakukannya adalah demi kepentingan program nasional. “Harusnya dia (Nanik S Deyang) nggak perlu menjelekkan orang lain, minta saja jabatan (ke Presiden Prabowo),” kata Elza menambahkan, menyiratkan bahwa Nanik seharusnya tidak perlu menjatuhkan orang lain demi meraih posisi.

Unggahan Misterius di Media Sosial

Sebelum pengakuan ini mencuat, publik sempat dihebohkan dengan unggahan Sony Sanjaya di akun Instagram pribadinya, @sonysonjayabd. Dalam unggahan tersebut, ia memposting foto secarik kertas berisi tulisan tangan. Isi tulisan itu adalah ucapan selamat atas jabatan baru yang diemban Nanik S Deyang. Namun, yang paling menarik perhatian adalah ungkapan terima kasih Sony atas “hadiah” yang disebut-sebut telah diberikan oleh Nanik kepadanya. Foto itu diunggah bertepatan dengan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, sebuah waktu yang dianggap banyak pihak bukanlah kebetulan belaka.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler