Ancaman Militer AS ke Iran: Analisis Dampak Hegemoni & Solusi Diplomasi Global

- Rabu, 04 Februari 2026 | 09:25 WIB
Ancaman Militer AS ke Iran: Analisis Dampak Hegemoni & Solusi Diplomasi Global

Diplomasi Hegemoni AS: Ancaman Militer ke Iran dan Jalan Buntu Politik Global

Pergerakan Gugus Tugas Kapal Induk USS Abraham Lincoln menuju Teluk Persia pada awal 2026, disertai peringatan keras dari mantan Presiden AS Donald Trump kepada Iran, mempertanyakan efektivitas penyelesaian konflik internasional di abad ke-21. Pendekatan ini mencerminkan skrip diplomasi hegemoni Amerika Serikat yang berulang, mengandalkan paksaan dan intimidasi militer sebagai alat utama.

Pola Berulang Diplomasi Ancaman AS dalam Hubungan Internasional

Sejarah menunjukkan pola konsisten AS dalam menangani sengketa: menggunakan keunggulan ekonomi dan militer untuk menakut-nakuti, menetapkan prasyarat sepihak, dan memaksa lawan dengan ultimatum "terima atau hadapi konsekuensi". Dari Irak, Suriah, Venezuela, hingga Iran, ancaman kekuatan militer menjadi pilihan pertama. Strategi ini bukan diplomasi, melainkan ancaman terbuka yang mengikis fondasi dialog damai.

Dampak Negatif Pola Pikir Hegemoni terhadap Keamanan Global

Pendekatan hegemoni meremehkan harga diri nasional dan kedaulatan negara lain. Bagi Iran, sebagai peradaban dengan sejarah panjang, tekanan militer justru menguatkan resistensi. Tindakan pencegahan militer sering memicu eskalasi ketegangan, menciptakan dilema keamanan dan melemahkan institusi hukum internasional. Pola pikir "kekuatan adalah kebenaran" mendorong dunia ke arah kompetisi primitif.

Halaman:

Komentar