Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace, Dapat Dukungan 16 Ormas Islam

- Rabu, 04 Februari 2026 | 03:50 WIB
Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace, Dapat Dukungan 16 Ormas Islam

Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace, Dapat Dukungan Ormas Islam

PARADAPOS.COM - Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 16 organisasi massa (ormas) Islam, tokoh, dan pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (2/3/2026) berlangsung hangat dan produktif. Pertemuan selama empat jam ini secara khusus membahas keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian).

Alasan Utama: Membela dan Membantu Kemerdekaan Palestina

Di hadapan para ulama dan kiai, Presiden Prabowo secara gamblang menjelaskan alasan pemerintah memutuskan bergabung dengan organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tersebut. Salah satu alasan utama adalah komitmen untuk membela dan membantu kemerdekaan rakyat Palestina.

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), usai pertemuan menyampaikan, "Hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang motivasi mereka berpartisipasi adalah untuk membela dan membantu Palestina."

Prabowo juga menegaskan komitmennya dengan rencana mengirimkan pasukan perdamaian. "Kita nanti akan berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina," ucap Gus Yahya mengutip penjelasan Presiden.

Dukungan Penuh dari Ormas Islam Setelah Mendapat Penjelasan Utuh

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyatakan pertemuan berlangsung kondusif. Setelah mendengarkan penjelasan utuh dari Prabowo mengenai situasi global, kondisi Palestina, dan komitmen Indonesia, seluruh ormas Islam yang hadir sepakat memberikan dukungan.

"Alhamdulillah semua ormas Islam sangat mendukung langkah politik pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam Board of Peace," tutur Mu'ti. Ia menilai perbedaan pendapat sebelumnya muncul karena belum adanya penjelasan yang komprehensif.

Halaman:

Komentar