Pria Pura-Pura Salat Asar, Kotak Amal di Tiga Musala Dibobol

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 03:25 WIB
Pria Pura-Pura Salat Asar, Kotak Amal di Tiga Musala Dibobol

PARADAPOS.COM - Seorang pria berinisial AK, warga Jakarta Selatan, diamankan warga pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 16.45 WIB setelah terbukti mencuri kotak amal di Musala As-Syukur, Petukangan Utara, Pesanggrahan. Pelaku menggunakan modus berpura-pura melaksanakan salat Asar untuk mengelabui pengurus musala sebelum membobol kotak amal. Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan menjadi bukti awal bagi polisi untuk mengungkap jaringan pencurian yang lebih luas.

Modus Berpura-pura Salat

Pelaku menjalankan aksinya dengan cara yang terencana. Ia datang ke musala dengan berpura-pura hendak menunaikan ibadah salat Asar. Suasana sepi di musala pada waktu tersebut dimanfaatkan oleh AK untuk membuka paksa kotak amal dan mengambil seluruh isinya.

“Modus pelaku melakukan pencurian, yaitu caranya dia pura-pura melaksanakan salat Asar,” ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, Sabtu (23/5/2026).

“Pelaku pura-pura numpang salat di musala, kemudian karena situasi sepi, membuka kotak amal dan mengambil isinya,” lanjutnya.

Rekaman CCTV dan Pengembangan Kasus

Rekaman kamera pengawas di Musala As-Syukur menjadi kunci awal pengungkapan kasus ini. Dari rekaman tersebut, polisi dapat mengidentifikasi ciri-ciri pelaku dan modus operandi yang digunakan. Setelah dilakukan pengembangan, polisi menemukan bahwa AK tidak hanya beraksi di satu tempat.

Pelaku ternyata juga mencuri di Musala Nurul Fajri, Petukangan Selatan, dan Musala Nurul Hikmah, Petukangan Utara. Tidak berhenti di situ, jejak pelaku juga ditemukan di sejumlah musala di wilayah Ciledug, Kota Tangerang.

Alat dan Hasil Curian

Dalam menjalankan aksinya, AK menggunakan sejumlah anak kunci untuk membuka kotak amal. Polisi menyita barang bukti tersebut dari tangan pelaku. Total uang yang berhasil dicuri mencapai jutaan rupiah, dengan rincian Rp750 ribu dari Musala As-Syukur, Rp500 ribu dari Musala Nurul Fajri, dan Rp400 ribu dari Musala Nurul Hikmah.

Waktu dan Motif Pencurian

Pelaku secara konsisten memilih waktu menjelang Maghrib untuk beraksi. Menurut AKP Joko Adi, pemilihan waktu tersebut bukan tanpa alasan.

“Karena dari modusnya seperti itu dan waktu yang dilaksanakan waktu-waktu salat Asar,” jelasnya.

Pelaku, tambahnya, memilih waktu jelang Maghrib lantaran kondisi musala cenderung sepi. Di sisi lain, faktor ekonomi disebut menjadi pendorong utama nekatnya AK mencuri.

“Karena kebutuhan kemudian ya itu jalan pintas, apapun dilakukan, kotak amal pun disikat,” ungkapnya.

Imbauan untuk Pengurus Masjid

Polisi mengimbau para pengurus masjid dan musala untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan tempat ibadah. Langkah preventif seperti memasang kamera pengawas di titik-titik strategis dan memastikan ada petugas yang berjaga saat waktu salat dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa.

“Kami imbau kepada jemaah masjid agar waspada terhadap situasi lingkungan masjid atau mushollanya,” pungkas Joko.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar