PARADAPOS.COM - Ekonom dari Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menilai target nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat pada 2027 masih realistis. Target ini sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto di tengah tekanan global dan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi. Namun, Fakhrul mengingatkan bahwa untuk mencapainya, pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan.
Hingga Jumat (22/5/2026), nilai tukar rupiah tercatat sudah berada di level Rp17.700 per dolar AS. Angka ini sedikit di luar rentang target yang dicanangkan, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mengembalikan stabilitas mata uang dalam dua tahun ke depan.
Optimisme di Tengah Tekanan Global
Menurut Fakhrul, target tersebut memang cukup ambisius, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Ia melihat bahwa tekanan global saat ini masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan rupiah.
"Saya lihat sebenarnya kalau kita lihat asumsinya, asumsinya sebenarnya ini sangat lumayan optimistis ya. Karena memang saat ini sedang masih terjadi beberapa tekanan global, tapi sebenarnya ini bukan hal yang tidak mungkin juga untuk dicapai," ujarnya, Jumat, dikutip dari YouTube Kompas TV.
"Cuma kalau untuk mencapai asumsi nilai tukar Rp16.800 sampai Rp17.500, terdapat beberapa PR besar yang harus dilakukan oleh pemerintah," imbuhnya.
Pertumbuhan Ekonomi Jadi Kunci
Salah satu pekerjaan rumah terbesar yang disorot oleh Fakhrul adalah pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus kredibel dan mampu merespons dinamika global.
"Pertumbuhan ekonomi ini satu sisi harus kredibel dan memang kalau kita lihat ini ada banyak tantangan global. Kalau mau mata uangnya masih stabil, pemerintah harus berani untuk mempastrukan perubahan-perubahan global yang ada," jelasnya.
Ia mencontohkan salah satu penyebab pelemahan rupiah pada tahun 2026 adalah kebijakan pemerintah yang memilih menahan harga BBM. Keputusan itu, menurut Fakhrul, merupakan pilihan dilematis antara menaikkan harga BBM atau membiarkan rupiah terdepresiasi.
"Seperti yang kita ketahui, salah satu alasan pelemahan rupiah jauh di atas fundamentalnya di tahun 2026 ini dikarenakan pemerintah memutuskan untuk menahan harga BBM. Ini pilihan loh, pilihan pemerintah, either harga BBM naik atau rupiah melemah," ungkapnya.
Dalam hal ini, Fakhrul menilai pemerintah saat itu memilih opsi rupiah melemah.
Pasar Butuh Komunikasi yang Koheren
Fakhrul menekankan bahwa jika ingin rupiah stabil di tengah gejolak, pemerintah perlu menyiapkan perekonomian yang lebih adaptif. Ia menyarankan agar pemerintah tidak terlalu mengendalikan semua pergerakan harga, melainkan membiarkan pasar menyesuaikan diri secara alami.
"Saya lihat mungkin kalau ada pergerakan harga global lagi, jangan semuanya terlalu dikendalikan, harus dibiarkan sehingga pasar bisa menyesuaikan, itu sumber dari kestabilan rupiah," tegasnya.
Menurutnya, target nilai tukar Rp16.800 hingga Rp17.500 bukanlah hal yang mustahil. Namun, pemerintah harus konsisten dan komunikatif dengan pasar.
"Tapi pemerintah di sini harus koheren dan berkomunikasi dengan baik kepada pasar ya. Karena pada dasarnya pasar keuangan itu tidak menyukai kejutan yang terlalu banyak," ucapnya.
Pemerintah Terus Berusaha Kendalikan Laju Inflasi
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengendalikan laju inflasi. Dalam pidatonya mengenai arah kebijakan ekonomi dan fiskal di rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026), ia menyampaikan komitmen tersebut.
"Inflasi akan tetap kami jaga 1,5 hingga 3,5 persen," katanya di hadapan para pimpinan lembaga negara dan ketua umum partai politik.
Tak hanya inflasi, Prabowo juga menyampaikan target penurunan angka kemiskinan dari 6,5-7,0 persen menjadi 6,0-6,5 persen. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan turun ke rentang 4,30-4,87 persen, dari sebelumnya 4,44-4,96 persen.
"Defisit kita di tahun 2027, defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB, dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini," ujar Prabowo.
Artikel Terkait
Telkom University Raih Peringkat PTS Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2026
Presiden Prabowo Panggil Menteri Ekonomi dan Bos Danantara Bahas Pelemahan Rupiah
Putri Penulis Ahmad Bahar Dianiaya dan Diancam Pistol oleh Pimpinan GRIB Jaya, Dilaporkan ke Komnas HAM
Sembilan WNI Korban Misi Kemanusiaan ke Gaza Mengaku Disiksa Tentara Israel, Mulai dari Tendangan hingga Setrum Listrik