PARADAPOS.COM - Seorang pria berusia 28 tahun di Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo, dikonfirmasi positif Ebola di wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak M23. Pasien tersebut baru saja kembali dari perjalanan dari Kisangani di Provinsi Tshopo sebelum meninggal dunia. Kasus ini muncul di zona kesehatan Miti-Murhesa, sekitar 20 kilometer di utara Bukavu, dan menjadi bagian dari wabah yang telah menyebar ke beberapa provinsi sejak pertama kali diumumkan pada 15 Mei lalu. Otoritas kesehatan bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini mencatat sekitar 600 kasus suspek dan 139 kematian probable di wilayah timur Kongo.
Konfirmasi Kasus dan Respons Lokal
Dalam pernyataan resmi pada Kamis, 21 Mei 2026, kelompok M23 mengonfirmasi bahwa infeksi tersebut menyerang seorang pria berusia 28 tahun di zona kesehatan Miti-Murhesa, wilayah Kabare. Lokasinya sekitar 20 kilometer di utara ibu kota Provinsi, Bukavu. Pasien diketahui melakukan perjalanan dari Kisangani di Provinsi Tshopo bagian timur sebelum akhirnya meninggal dunia.
M23 menyebut pasien telah dimakamkan sesuai protokol kesehatan guna mencegah penyebaran di masyarakat. Hingga kini belum ada kasus Ebola yang dilaporkan di Provinsi Tshopo.
Kelompok itu juga mengungkapkan bahwa lebih dari 200 sampel dari kasus suspek Ebola di wilayah yang mereka kuasai telah dikirim ke Goma, ibu kota Provinsi North Kivu, untuk dianalisis di laboratorium. Satu kasus terkonfirmasi saat ini masih berada dalam pengawasan medis ketat di Goma, sementara orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien telah diisolasi.
Perkembangan Wabah dan Penyebaran Regional
Wabah Ebola pertama kali diumumkan secara resmi pada 15 Mei di Provinsi Ituri, Kongo timur. Sejak saat itu, otoritas kesehatan Kongo bersama WHO melaporkan sekitar 600 kasus suspek dan 139 kematian probable. Awalnya wabah terkonsentrasi di Ituri, namun kini telah menyebar ke North Kivu dan South Kivu. Dua kasus impor yang melibatkan warga Kongo juga telah dilaporkan di Uganda.
Pada Minggu lalu, WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo sebagai darurat kesehatan global menyusul lonjakan kasus dan kematian di wilayah timur negara tersebut.
Karakteristik Penyakit dan Risiko Penularan
Ebola merupakan penyakit serius dengan tingkat kematian tinggi yang menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, benda terkontaminasi, maupun jenazah korban yang terinfeksi. Kondisi ini membuat pengawasan ketat terhadap kontak erat dan pemakaman yang aman menjadi kunci dalam upaya pengendalian wabah di lapangan.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tri Tito Karnavian Hadiri Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar di Alor, Soroti Kesehatan Mental dan Skrining TBC
Dinkes Madiun Gencarkan Pemantauan Kualitas Udara Dalam Ruang untuk Cegah Penyakit Pernapasan
Presiden Jerman Kecam Agresi Militer AS-Israel ke Iran sebagai Perang yang Tidak Perlu
Kenaikan Biaya Layanan Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop Dorong Pelaku Usaha Bangun Kanal Penjualan Mandiri