PARADAPOS.COM - Norma Zahara, tenaga kesehatan (nakes) di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya angkat bicara dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah aksinya menghujat pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal di media sosial menjadi viral dan memicu kemarahan publik. Dalam pernyataannya, Norma mengaku menyesal, siap menerima sanksi, dan meminta netizen untuk tidak menyerang keluarganya. Kasus ini juga telah memantik respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendesak agar sanksi tegas segera dijatuhkan.
Penyesalan selalu datang terlambat. Perasaan itulah yang kini menghinggapi Norma Zahara, nakes di rumah sakit plat merah tersebut. Setelah unggahan bernada perundungan terhadap pasien BPJS Kesehatan ramai diperbincangkan dan memicu hujatan dari warganet, ia pun buka suara.
Dalam klarifikasinya, Norma mengaku menyesali perbuatannya yang dinilai tidak pantas dan tidak mencerminkan sikap seorang pelayan publik. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menerima segala bentuk konsekuensi atas tindakannya tersebut.
"Saya, Norma Zahara, izinkan saya menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan saya yang sebesar-besarnya terhadap sikap dan tindakan saya di media sosial thread yang telah menyinggung dan menyakiti almarhum Yurizal dan keluarga. Terkhusus untuk mereka. Dan umumnya saya meminta maaf kepada netizen Indonesia untuk memaafkan perbuatan saya yang tidak senonoh dan tidak mencerminkan sebagai manusia," ujarnya.
Lebih lanjut, Norma mengaku terus berupaya memperbaiki diri. "Saya menyadari hal itu sangatlah tidak pantas, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sampai saat ini, penyesalan itu masih ada. Saya terus berupaya untuk mengendalikan semuanya dengan berbuat lebih lagi dan memperbaiki lagi sikap saya yang tidak layak dan pantas. Mengenai pekerjaan saya, saya bertanggung jawab penuh dengan kedinasan dan instansi yang terkait dengan saya untuk bisa diselesaikan dengan peraturan yang berlaku. Saya siap menerima konsekuensi apa pun yang menjadi keputusan dan sesuai dengan aturan. Terima kasih," tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Norma juga menyampaikan permohonan khusus kepada publik. Ia meminta agar persoalan ini tidak dikaitkan dengan keluarganya yang dinilainya tidak tahu apa-apa.
"Saya minta kepada netizen yang budiman untuk menghentikan aktivitas apa pun itu yang mengganggu keluarga saya yang mengaitkan dengan keluarga saya. Saya akan bertanggung jawab penuh dengan perbuatan saya, terutama dengan pekerjaan saya. Saya minta netizen sudah jangan mengaitkan semua ini dengan keluarga saya. Mereka tidak mengerti apa-apa. Terima kasih," pungkasnya.
Berawal dari Curhat Pasien Kritis
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri di media sosial. Dalam utas yang dibuatnya, ia mengeluhkan pelayanan medis yang diterimanya. Kondisinya saat itu sudah kritis, namun ia kesulitan mendapatkan ruangan perawatan yang memadai.
Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar negatif. Sejumlah oknum nakes merespons dengan nada hujatan dan kata-kata kasar yang tidak pantas. Peristiwa ini lantas menyulut kemarahan warganet yang menilai tindakan tersebut tidak manusiawi.
Terancam Sanksi Tegas
Aksi tak terpuji tersebut memantik respons keras dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Orang nomor satu di Tanah Pasundan yang akrab disapa KDM itu menegaskan, secara administratif operasional RSUD dr. Soekardjo berada di bawah kewenangan Pemkot Tasikmalaya.
Meski demikian, KDM mendesak agar sanksi tegas tetap dijatuhkan demi menjaga integritas profesi kesehatan. "Meskipun kewenangannya ada di Wali Kota Tasikmalaya, tindakan tegas berupa sanksi harus segera diberikan agar menjadi evaluasi bersama," katanya, Rabu (5/8/2026).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menekankan, seluruh tenaga kesehatan sebagai pelayan publik wajib mengedepankan etika, kepedulian, dan profesionalitas tinggi saat melayani masyarakat. Hingga saat ini, proses evaluasi dan penjatuhan sanksi tengah menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya sesuai aturan kepegawaian yang berlaku.
Editor: Clara Salsabila
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polres Siak: Dokter PPDS yang Ditemukan Tewas di Semak Belukar Murni Bunuh Diri, Tak Ada Unsur Pembunuhan
Dokter Penerima Beasiswa LPDP yang Ramai karena Komentar soal Pasien BPJS Kini Disorot Dugaan Alamat Izin Praktik di Sleman Tak Sesuai
Dokumen Usulan Prabowo untuk Nobel Perdamaian Diduga Dibuat dengan AI, Pemerintah Lakukan Investigasi
FK-KMK UGM Siapkan Sanksi Tegas untuk Mahasiswa PPDS yang Diduga Hina Pasien BPJS