Said Aqil mencontohkan fenomena 212 yang dianggapnya lahir karena adanya praktik politik identitas. Untuk itu, dia secara tegas menolak kegiatan 212 karena tidak sesuai dengan prinsip agama Islam. "Saya satu-satunya yang terang-terangan menolak 212.
Mereka mengatakan kebangkitan Islam? Itu bukan (kebangkitan Islam) karena tidurnya di masjid, shalatnya di Monas.
Kalau kebangkitan Islam ya tidur di jalan, shalat di masjid," katanya. Usai mengisi acara talk show tersebut, Said Aqil kembali menjelaskan bahaya politik identitas kepada wartawan.
Saat ditanya mengenai adanya praktik politik identitas pada Pemilihan Umum 2024, dia mengaku hal itu masih ada. "Masih ada, masih ada (politik identitas), mudah mudahan lama-lama hilang," kata Said
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Surat Anak SD Bunuh Diri di NTT: Analisis Dampak Kemiskinan dan Tanggung Jawab Negara
Ancaman Militer AS ke Iran: Analisis Dampak Hegemoni & Solusi Diplomasi Global
Izin SMA Siger Bandar Lampung Ditolak Disdikbud, Siswa Harus Pindah Sekolah
Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace, Dapat Dukungan 16 Ormas Islam