Nasaruddin juga menjelaskan bahwa tradisi pesantren mengajarkan kesantunan murid kepada kiai, yang kemudian melahirkan budaya hormat kepada orang tua dan pemimpin. “Di mana ada rakyat yang santun, di sana biasanya ada pemimpin yang berwibawa. Suasana kebatinan seperti inilah yang dibentuk pondok pesantren,” tegasnya.
Kontroversi ini bermula dari viralnya segmen program ‘Xpose Uncensored’ Trans7 dengan judul yang dianggap provokatif. Tayangan tersebut memicu kemarahan publik dan tagar BoikotTrans7 yang ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter) sejak Senin (13/10/2025).
Sumber: Paradapos.com
Artikel Terkait
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap & Dua Versi Cerita yang Beredar
Mikrofon Putri PB XIII Dimatikan Saat Protes SK Cagar Budaya Keraton Solo, Menteri Fadli Zon Dikecam
Ricuh di Keraton Solo: Protes GKR Rumbai Gagalkan Seremonial SK Fadli Zon ke Tedjowulan
Bocil Block Blast Viral: Ancaman Malware & Hukum yang Wajib Diwaspadai