Harga Kereta Cepat China vs Whoosh: Seorang Ekonom Membuka Fakta yang Mengejutkan!

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 11:50 WIB
Harga Kereta Cepat China vs Whoosh: Seorang Ekonom Membuka Fakta yang Mengejutkan!

Proyek Whoosh Disoroti: Ekonom Bongkar Dugaan Mark Up Harga Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengungkapkan adanya dugaan mark up dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Kritik ini disampaikan sebagai bentuk pengaduan masyarakat secara terbuka kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perbandingan Harga Proyek Whoosh dengan Kereta Cepat di China

Anthony menyoroti mahalnya biaya proyek Whoosh jika dibandingkan dengan proyek sejenis. Sebagai perbandingan, proyek kereta cepat Shanghai-Hangzhou di China hanya menghabiskan dana sekitar 23 juta US Dolar per kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan biaya proyek Whoosh yang mencapai 42 juta US Dolar per kilometer.

“Proyek kereta api China dengan kecepatan 350 km/jam hanya bervariasi antara 17 juta hingga 30 juta US Dolar per km. Sementara jarak kita 143 km dengan 6 miliar US Dolar sudah mencapai 42 juta US Dolar per km,” jelas Anthony.

Pembengkakan Biaya yang Mengkhawatirkan

Yang lebih memprihatinkan, biaya proyek Whoosh tidak berhenti di angka tersebut. Di akhir proyek, terjadi pembengkakan biaya yang menaikkan angka menjadi 51 juta US Dolar per kilometer.

“Pembengkakan biaya ini muncul setelah proyek hampir selesai. Mereka hitung dan bilang ada pembengkakan biaya, jadi sangat aneh sekali,” tambah Anthony.

Keterlambatan Proyek dan Alasan Pandemi

Proyek yang rencananya selesai pada 31 Mei 2019 ini sempat berhenti dengan alasan pandemi. Namun Anthony mempertanyakan alasan ini mengingat proyek sudah mengalami keterlambatan sebelum pandemi terjadi.

“Kalau proyek infrastruktur biasanya fix price. Kecuali dalam kondisi kahar. Tapi proyek ini rencananya selesai 31 Mei 2019, sementara pandemi tidak bisa dijadikan alasan kahar untuk proyek ini,” tegasnya.

Latar Belakang Keputusan Pembangunan Whoosh

Sosiolog NTU Singapura, Prof. Sulfikar Amir, mengungkapkan latar belakang keputusan Presiden Joko Widodo memilih China untuk proyek kereta cepat ini. Menurutnya, Jokowi terpesona setelah mencoba langsung kereta cepat China selama kunjungannya.

“Jokowi waktu berkunjung ke China, saya lupa tahun berapa mungkin 2015. Waktu itu dia naik kereta cepat dan disitulah dia terpesona,” jelas Sulfikar.

Sumber: https://bali.suara.com/read/2025/10/25/130548/proyek-whoosh-terus-disorot-ekonom-ini-ungkap-bukti-pembanding-harga-kereta-cepat-di-china

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar