Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Soroti Pelanggaran Hukum Internasional

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:50 WIB
Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Soroti Pelanggaran Hukum Internasional

PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia secara resmi mengecam keras serangan militer Israel yang terjadi di wilayah Lebanon selatan. Kecaman ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu (14/3/2026), yang menyoroti pelanggaran hukum humaniter internasional dan ancaman terhadap stabilitas kawasan. Pernyataan tersebut juga menyerukan penghentian eskalasi dan kembali ke jalur diplomasi untuk mencegah korban sipil lebih lanjut.

Kecaman atas Pelanggaran Hukum Internasional

Dalam sikapnya yang tegas, Indonesia menilai serangan tersebut bukan hanya melanggar kedaulatan Lebanon, tetapi juga secara nyata mengabaikan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006. Resolusi ini dirancang khusus untuk menciptakan gencatan senjata dan stabilitas di perbatasan selatan Lebanon. Pelanggaran terhadap instrumen hukum internasional yang telah disepakati ini dinilai memperkeruh situasi dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas.

Kemlu menegaskan, "Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian."

Keprihatinan Mendalam atas Korban dan Ketegangan

Di balik pernyataan diplomatik, terasa jelas nada keprihatinan yang mendalam. Pemerintah Indonesia menyoroti peningkatan ketegangan yang mengkhawatirkan, khususnya di sekitar ibu kota Beirut dan sepanjang garis demarkasi Blue Line. Situasi yang memanas ini telah berimbas langsung pada misi pemelihara perdamaian PBB, di mana serangan terhadap pos UNIFIL dilaporkan telah melukai sejumlah personel.

Dalam konteks ini, Kemlu mengingatkan, "Indonesia menegaskan tanggung jawab seluruh pihak di bawah hukum internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB."

Perhatian Khusus pada Keselamatan Kontingen Garuda

Sebagai negara yang turut berkontribusi pada misi perdamaian global, Indonesia menyatakan pemantauan yang ketat terhadap perkembangan di lapangan. Fokus utama adalah pada keselamatan dan keamanan Kontingen Garuda yang bertugas di bawah bendera UNIFIL. Dalam situasi yang tidak menentu dan penuh risiko, jaminan keselamatan bagi pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.

Pemerintah juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja anak bangsa di medan tugas yang penuh tantangan. "Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan atas integritas, profesionalisme dan dedikasi Kontingen Garuda bersama UNIFIL dalam menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan, dan berharap agar seluruh Kontingen Garuda diberikan keselamatan dalam menjalankan tugasnya," ungkap pernyataan resmi tersebut.

Langkah diplomasi Indonesia ini mencerminkan posisi konsistennya dalam mendukung perdamaian dan menghormati hukum internasional, sekaligus menunjukkan perhatian nyata terhadap keselamatan warga negaranya yang bertugas di zona konflik.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar