Purbaya Boyong Hacker LPS dari Rusia, Strategi Gaya KGB untuk Perkuat Coretax?

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:25 WIB
Purbaya Boyong Hacker LPS dari Rusia, Strategi Gaya KGB untuk Perkuat Coretax?
Purbaya Boyong Hacker LPS Didikan Rusia untuk Perkuat Coretax - Paradapos

Purbaya Boyong Hacker LPS Didikan Rusia untuk Perkuat Sistem Coretax

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengambil langkah strategis dengan merekrut tim hacker andalan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memperkuat dan memperbaiki sistem Coretax di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Kepercayaan Purbaya terhadap tim ini berangkat dari rekam jejak mereka yang terbukti mampu memperkuat sistem keamanan digital di lingkungan LPS. Yang membuatnya istimewa, para anggota tim ini disebutkan pernah menjalani pelatihan intensif selama enam bulan di Rusia, di sebuah tempat yang digambarkan sebagai "khusus dan tertutup."

"Dia dilatih di Rusia enam bulan. Jadi kayaknya KGB juga dia," ujar Purbaya sambil berseloroh dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat 24 Oktober 2025. "Saya percaya mereka. Saya bawa dari pertahanan, ke Maritim, ke LPS, dan sekarang ke Kemenkeu," lanjutnya.

Awal Mula Perjumpaan: Sistem LPS Dibobol dalam 5 Menit

Kisah kolaborasi ini berawal ketika sistem LPS yang dianggap aman justru berhasil dibobol oleh tim hacker tersebut hanya dalam waktu lima menit. Alih-alih memusuhi, Purbaya justru memilih untuk merangkul bakat mereka.

"Saya bilang, kalau nggak bisa ngalahin, ya kita rangkul. Mereka ini semua merah putih, jadi kita kasih ruang untuk bantu," ucapnya.

Fokus Perbaikan: Mengatasi Masalah Sistem Coretax

Kini, tim hacker berkompetensi tinggi tersebut akan ditugaskan untuk menangani perbaikan sistem Coretax yang sempat bermasalah. Purbaya memastikan bahwa kemampuan mereka benar-benar mumpuni.

"Mereka jago-jago, orang Indonesia semua. Banyak talenta digital kita yang luar biasa," tegasnya.

Kendala Kontrak dan Timeline Perbaikan

Meski demikian, proses perbaikan masih menghadapi kendala. Sebagian sistem Coretax masih berada di bawah kontrak dengan perusahaan asal Korea Selatan, LG. Kemenkeu baru akan mendapatkan akses penuh ke source code pada Desember mendatang.

"Saya kira satu bulan bisa selesai. Tapi karena kendala kontrak, kita belum bisa masuk. Begitu Januari-Februari nanti akses dibuka, sistem akan selesai diperbaiki," ujar Purbaya optimistis.

Sumber: disway.id

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar