Aktivis Kampus dan HAM Terancam, dari Intimidasi Digital hingga Serangan Air Keras

- Minggu, 15 Maret 2026 | 12:25 WIB
Aktivis Kampus dan HAM Terancam, dari Intimidasi Digital hingga Serangan Air Keras

PARADAPOS.COM - Sejumlah aktivis menghadapi gelombang teror yang mengkhawatirkan, mulai dari ancaman digital hingga serangan fisik. Dalam beberapa hari terakhir, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto melaporkan menerima pesan ancaman berisi intimidasi terhadap aktivitas diskusi publik yang diikutinya. Sementara itu, aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) malam, dan mengalami luka bakar. Insiden-insiden ini memicu pertanyaan serius mengenai iklim kebebasan berekspresi dan keamanan para pegiat hak asasi manusia di Indonesia.

Ancaman Digital kepada Aktivis Kampus

Tiyo Ardianto mengungkapkan bahwa sejumlah panitia diskusi yang mengundangnya sebagai pembicara menerima pesan ancaman dari nomor telepon yang tidak dikenal. Pesan-pesan tersebut bernada kasar dan penuh tuduhan, menuding agenda diskusi sebagai upaya menghancurkan Indonesia atau menjadi buzzer pemerintah.

Tiyo menegaskan bahwa teror tersebut terjadi dalam dua hari terakhir, bertepatan dengan agenda diskusinya di Surabaya. "Dalam dua hari terakhir, saya berdiskusi dengan rekan-rekan di Surabaya. Jumat malam di UIN Sunan Ampel, keesokan paginya di Universitas Katolik Darma Cendekia. Beberapa panitia inti dari dua agenda itu menerima teror dari nomor yang sama. Apa yang jahat dari agenda memperjuangkan perbaikan bangsa sehingga ancaman perlu dilancarkan?" ujarnya.

Eskalasi ke Kekerasan Fisik

Lebih mengerikan lagi, teror tidak hanya berhenti di dunia maya. Sebelum laporan Tiyo, aktivis KontraS Andrie Yunus telah menjadi korban kekerasan fisik. Ia disiram air keras oleh seorang individu tak dikenal setelah mengikuti perekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Serangan yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB itu mengakibatkan Andrie mengalami luka bakar dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Berdasarkan informasi, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh. Kondisinya yang memerlukan penanganan medis serius memperlihatkan betapa berbahayanya serangan yang terencana ini.

Kecurigaan Niat Jahat dan Upaya Pembungkaman

Merespons insiden terhadap Andrie Yunus, KontraS secara tegas menyatakan kecurigaan adanya maksud jahat di balik serangan tersebut. Organisasi itu menilai serangan ini bukanlah tindakan spontan, melainkan sebuah persiapan yang matang.

Dalam pernyataan resminya, KontraS menyampaikan, "Kami menduga penyiraman air keras ini menunjukan ada niat jahat (mens rea) dan persiapan terencana yang matang." Mereka menambahkan bahwa serangan ini dapat dilihat sebagai upaya sistematis untuk membungkam kebebasan berekspresi, mengingat korban baru saja membahas tema-tema kritis seperti remiliterisme dan judicial review dalam siniarnya.

Dua insiden yang berdekatan waktunya ini—ancaman terhadap aktivis kampus dan kekerasan terhadap pegiat HAM—menciptakan suasana mencekam. Keduanya sama-sama menargetkan individu yang aktif menyuarakan pemikiran dan kritik di ruang publik, sebuah pola yang patut mendapat perhatian serius dari semua pihak yang peduli terhadap demokrasi dan keamanan warga negara.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar