PARADAPOS.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, dini hari tadi. Guncangan yang berpusat di kedalaman 10 kilometer itu dirasakan hingga ke sejumlah area di Kabupaten Cianjur, memicu kepanikan warga yang keluar rumah menyelamatkan diri.
Kronologi dan Kekuatan Guncangan
Berdasarkan data yang tercatat, gempa terjadi tepat pada pukul 00.36 WIB, Minggu (15/3/2026). Pusat gempa berada di kedalaman yang relatif dangkal, hanya 10 kilometer di bawah permukaan tanah, yang umumnya membuat guncangan terasa lebih kuat di permukaan.
Kesaksian Warga yang Merasakan Langsung
Muhammad Faisal (20), salah seorang warga yang merasakan gempa, menggambarkan mencekamnya momen tersebut. Ia merasakan guncangan yang sangat kuat selama beberapa detik, disertai suara gemuruh yang mencemaskan.
"Kerasa guncangannya, terdengar gemuruh juga," ujarnya, Minggu (15/3/2026).
Kepanikan langsung terlihat di sebuah kafe di kawasan Jalan KH Abdullah bin Nuh. Faisal menuturkan, para pengunjung dan pekerja langsung berlarian menuju area parkir dan lahan terbuka untuk menghindari risiko bangunan ambruk.
"Tadi berlarian ke parkir dan lahan terbuka. Karena atap juga bergemuruh. Takutnya ambruk," tuturnya menjelaskan alasan aksi spontan warga tersebut.
Pemantauan Dampak oleh Pihak Berwenang
Menanggapi kejadian ini, aparat penanggulangan bencana setempat segera bergerak melakukan pemantauan. Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait dampak riil gempa.
Fokus pemantauan intensif dilakukan di empat kecamatan yang secara geografis berbatasan langsung dengan Kota Sukabumi, yang diduga merasakan guncangan lebih kuat.
"Kami masih tunggu laporan ada yang terdampak atau tidak, terutama di Kecamatan Gekbrong, Warungkondang, Campaka, dan Takokak. Itu berbatasan langsung dengan pusat gempa," jelasnya menutup pernyataan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Situasi secara bertahap kembali kondusif setelah warga memastikan tidak ada guncangan susulan yang signifikan.
Artikel Terkait
BMKG Prediksi Hujan hingga Lebat Warnai Mudik dan Libur Lebaran 2026
Quraish Shihab: Hidup Sederhana Bukan Kemiskinan, Tapi Seni Bersyukur dan Cukup
Robert Kuok Kembali Jadi Orang Terkaya Malaysia Meski Peringkat Global Turun
BPBD Agam Siagakan Personel dan Peralatan Antisipasi Bencana Saat Arus Mudik