Kritik Ekonom: Whoosh Bukan Investasi Sosial, Tapi Potensi Beban bagi KAI
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) kembali menuai sorotan. Di tengah isu beban utang, kalangan ekonom memberikan kritik tajam terhadap pernyataan yang menyebut Whoosh sebagai investasi sosial.
Whoosh Dinilai Sebagai Investasi Beban
Herry Gunawan dari NEXT Indonesia Center menolak klaim Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa Whoosh adalah investasi sosial. Ia justru menilai proyek kereta cepat ini berpotensi menjadi "investasi beban" yang membahayakan kondisi PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Tiket Mahal Hanya Dinikmati Kelas Menengah ke Atas
Menurut Herry, indikator investasi sosial adalah dampak positif bagi masyarakat umum, khususnya kelas rentan. Dengan harga tiket Rp250 ribu perjalanan, Whoosh hanya dapat diakses kalangan menengah ke atas.
"Dengan harga tiket Rp250 ribu sekali jalan, jelas penerima manfaatnya adalah kelas menengah ke atas. Tidak berdampak terhadap masyarakat secara umum, apalagi kepada kelas rentan miskin," tegas Herry.
Whoosh Hanya Investasi Gaya Hidup?
Herry juga menyoroti aspek perubahan perilaku. Menurutnya, tujuan perubahan perilaku sudah terakomodasi transportasi massal lain seperti kereta Jakarta-Bandung reguler yang lebih terjangkau.
"Jadi yang ditawarkan Whoosh hanya investasi gaya hidup. Apalagi rutenya tidak sampai Bandung, melainkan Padalarang," kritiknya.
Ancaman bagi Kesehatan Finansial KAI
Kekhawatiran terbesar adalah dampak Whoosh terhadap PT KAI sebagai pemimpin konsorsium PSBI. KAI yang saat ini dalam kondisi sehat berisiko menjadi korban pertama.
Jika KAI dipaksa menanggung beban finansial Whoosh, kemampuan perusahaan berinvestasi dalam pembaruan layanan kereta api umum akan melemah.
"Kelak, di saat sudah tak mampu menanggung beban Whoosh... akan membuat kemampuan KAI untuk investasi layanan kereta api menjadi lemah. Masyarakat umum akan terdampak efek negatif," pungkas Herry.
Artikel Terkait
Aktivis Kampus dan HAM Terancam, dari Intimidasi Digital hingga Serangan Air Keras
Syekh Ahmad Al Misry Jadi Sorotan Terkait Inisial SAM dalam Laporan Pelecehan Seksual
Kapolda NTT Copot Dirresnarkoba Terkait Dugaan Pemerasan Rp375 Juta
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial