Utang Whoosh Rp116 Triliun vs 12 Juta Penumpang: Luhut Binsar Pandjaitan Buka Suara

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:50 WIB
Utang Whoosh Rp116 Triliun vs 12 Juta Penumpang: Luhut Binsar Pandjaitan Buka Suara

Luhut Binsar Pandjaitan: Utang Whoosh Rp116 Triliun Diiringi 12 Juta Penumpang Sejak 2023

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara menanggapi isu utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang mencapai Rp116 triliun. Dalam pernyataannya, Luhut menegaskan bahwa proyek strategis nasional ini merupakan bukti keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan besar untuk kemandirian bangsa.

Kinerja Operasional Whoosh: Tutup Biaya Operasional dan Layani 12 Juta Penumpang

Di balik sorotan utang, Luhut mengklaim KCJB Whoosh telah menunjukkan kinerja operasional yang positif. Kereta cepat ini dikatakan telah berhasil menutup biaya operasionalnya sendiri dan menjadi moda transportasi andalan masyarakat. Data yang dirilis menunjukkan bahwa sejak peluncuran resmi pada Oktober 2023 hingga Februari 2025, Whoosh telah melayani lebih dari 12 juta penumpang.

"Whoosh menjadi bukti bahwa keberanian mengambil keputusan strategis adalah awal menuju kemandirian bangsa," tegas Luhut melalui unggahan resmi akun Instagram pribadinya, Jumat (31/10/2025).

Luhut Jadikan Whoosh Transportasi Andalan ke Bandung

Luhut mengungkapkan pengalaman pribadinya menggunakan kereta cepat Whoosh sebagai moda transportasi utama saat berkunjung ke Bandung. Efisiensi waktu menjadi faktor penentu, di mana perjalanan yang sebelumnya memakan waktu 3-4 jam kini dapat ditempuh hanya dalam 30-60 menit.

"Lepas dari pro dan kontra yang terjadi, faktanya Whoosh kini sudah mampu melayani lebih dari 12 juta penumpang sejak beroperasi pada 2023," tambahnya.

Pemerintah Cari Solusi Terbaik Atasi Utang Whoosh

Pernyataan Luhut ini muncul saat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sedang mencari formulasi terbaik untuk menyelesaikan beban utang proyek Whoosh. Presiden Prabowo secara khusus telah memerintahkan jajarannya untuk merumuskan skema penyelesaian utang yang paling efektif.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengkaji berbagai opsi, termasuk kemungkinan meminta perpanjangan masa pinjaman kepada pihak China.

APBN Tidak Akan Tanggung Beban Utang Whoosh

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan digunakan untuk menanggung beban utang Whoosh. Menurutnya, utang tersebut merupakan tanggung jawab korporasi atau BUMN yang terlibat dalam proyek, bukan beban negara secara langsung.

Proses Negosiasi Restrukturisasi Utang Berlanjut

Proses negosiasi restrukturisasi utang terus berjalan intensif. CEO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa timnya akan kembali melakukan pembicaraan dengan pihak China untuk membahas syarat dan ketentuan pinjaman.

"Terus kita bernegosiasi, kami akan berangkat lagi (ke China) untuk bernegosiasi mengenai term dan pinjamannya. Ini menjadi poin negosiasi berkaitan sama jangka waktu pinjaman, suku bunga, dan kemudian ada beberapa mata uang yang juga akan kita diskusikan dengan mereka," jelas Dony.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar