BEI Laporkan Progres Finalisasi Aturan Free Float dan Transparansi Kepemilikan

- Jumat, 20 Februari 2026 | 15:25 WIB
BEI Laporkan Progres Finalisasi Aturan Free Float dan Transparansi Kepemilikan

PARADAPOS.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan progres positif dalam sejumlah proposal yang diajukan kepada penyedia indeks global, MSCI Inc dan FTSE Russell. Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/2/2026), pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan seluruh upaya peningkatan tata kelola pasar tersebut masih berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.

Progres Dua Poin Kunci Menuju Finalisasi

Jeffrey Hendrik memaparkan dua inisiatif utama yang tengah dalam tahap akhir. Pertama, terkait pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas satu persen dan granularisasi data investor. Menurutnya, proses untuk poin ini telah mencapai tahap final.

Kedua, mengenai ketentuan pencatatan saham yang menaikkan minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Jeffrey menjelaskan bahwa proses penyusunan aturan atau rule making untuk ketentuan baru ini telah rampung per 19 Februari 2026.

"Saat ini, BEI tengah memasuki tahap finalisasi internal sebelum draf aturan tersebut diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," jelasnya. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan I-A yang bertujuan memperdalam likuiditas pasar.

Menyusun Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi

Selain dua poin tersebut, BEI juga sedang mematangkan penyusunan metodologi dan standar operasional prosedur (SOP) untuk penerbitan shareholders concentration list. Daftar ini akan memuat informasi mengenai saham-saham dengan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi.

Untuk memastikan akuntabilitas, komite khusus yang terdiri dari perwakilan lintas divisi dan organisasi pengatur mandiri (Self-Regulatory Organization/SRO) akan dibentuk untuk menyusun daftar tersebut.

Jeffrey menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen BEI. "Sebagai komitmen meningkatkan transparansi dan integritas pasar, kami mengacu pada best practice bursa global, salah satunya melalui penerbitan shareholders concentration list," ungkapnya.

Pertemuan Konstruktif dengan MSCI

Menyoroti pertemuan terakhir dengan MSCI pada 11 Februari 2026, Jeffrey menyebut diskusi berjalan konstruktif. Meski detail teknis pembahasan dirahasiakan sesuai norma yang berlaku, BEI kembali memaparkan tiga rencana aksi utamanya kepada penyedia indeks tersebut.

Ketiga rencana itu mencakup peningkatan pengungkapan kepemilikan saham di atas satu persen, penyediaan data investor yang lebih rinci, serta progres implementasi aturan free float minimum 15 persen.

"Seluruhnya masih on schedule seperti yang kami sampaikan sebelumnya," tutur Jeffrey Hendrik menegaskan. Upaya-upaya ini, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi berkelanjutan BEI untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata komunitas investasi global.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar