PARADAPOS.COM - Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi korban penipuan dengan modus penukaran poin hadiah yang mengakibatkan dana senilai Rp19.999.999 lenyap dari rekeningnya. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 13 Agustus 2022, setelah korban yang baru membuka rekening dua minggu sebelumnya menerima panggilan dari orang yang mengaku sebagai pihak bank. Pelaku berhasil mengelabui korban dengan iming-iming hadiah kulkas dan menguras dana melalui manipulasi kode OTP.
Dari Iming-iming Hadiah hingga Panggilan Mencurigakan
Korban, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Muhammad Santoso, baru membuka rekening di BRI sekitar dua pekan sebelum kejadian. Saat itu, ia hanya diberikan akses melalui aplikasi BRImo tanpa kartu ATM fisik. Rekening tersebut ia isi dengan saldo sebesar Rp20.000.000.
Pada hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2022, korban menerima telepon dari nomor asing yang mengatasnamakan BRI. Penelepon menyampaikan kabar yang terdengar menggembirakan: poin Bapak Muhammad Santoso telah mencapai 300 dan bisa ditukar dengan sebuah kulkas. Komunikasi pertama ini kemudian diputus secara tiba-tiba oleh pelaku.
Modus Pengalihan dan Tipu-tipu Kode OTP
Tak lama berselang, tepatnya pukul 11.30, telepon dari nomor yang sama kembali masuk. Kali ini, untuk menguatkan kepercayaan, pelaku menjanjikan pengisian pulsa senilai Rp50.000 ke nomor korban. Janji itu pun terbukti; pulsa tersebut benar-benar masuk. Setelah umpan itu berhasil, pelaku mulai menjalankan aksi intinya.
Korban kemudian diminta untuk menukarkan sebuah "kode" yang akan dikirimkan dari "pihak customer service BRI". Dalam keadaan yang kurang waspada, korban mengira kode tersebut adalah untuk penukaran hadiah di cabang BRI. Ia tidak menyadari bahwa SMS yang masuk berisi kode One-Time Password (OTP) untuk akses rekeningnya yang telah diutak-atik pelaku dari jarak jauh.
"Dengan keadaan tidak sadar dan tidak sehat, saya melihat sms itu berisi NSP saja. Ketika sudah saya berikan otp nya, saya lihat kembali, telah bertransaksi senilai Rp. 19.999.999. Yang ada di pikiran saya hanya kode undangan untuk pengambilan hadiah dan dari Telkomsel saja," tuturnya mengenang momen krusial itu.
Respons Cepat dan Kendala di Cabang BRI
Setelah menyadari telah terjadi transaksi pengurangan dana hampir senilai penuh saldo rekeningnya, korban langsung mengambil tindakan. Ia juga menemukan bahwa emailnya telah diakses tanpa izin sejak pukul 10.30 pagi hari itu. Dengan panik, ia bergegas menuju Kantor Cabang BRI di Desa Karangampel, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu—tempat di mana ia membuka rekening.
Sayangnya, upaya pertolongannya menemui kendala. Sesampai di lokasi pada pukul 11.30, kantor cabang tersebut dalam keadaan tutup. Meski demikian, korban memaksa untuk masuk dan menemukan dua orang karyawan BRI di dalam. Peristiwa ini menyisakan pelajaran penting tentang kehati-hatian dalam menerima informasi dan memberikan kode rahasia, sekalipun pengirimnya mengaku dari institusi resmi.
Artikel Terkait
Meksiko Konfirmasi Tewasnya El Mencho, Pemimpin CJNG, Picu Kekacauan di Delapan Negara Bagian
Menag Nasaruddin Umar Penuhi Panggilan KPK, Klarifikasi Penggunaan Pesawat Khusus
AHY: Infrastruktur Nasional Kini Diarahkan untuk Dukung Ruang Kreatif Generasi Muda
PSIM Yogyakarta Hadapi Bali United dalam Duel Penuh Tekanan di BRI Liga 1