Jemaah Haji Asal Jakarta Meninggal di Makkah Setelah Hilang Delapan Hari

- Minggu, 24 Mei 2026 | 16:50 WIB
Jemaah Haji Asal Jakarta Meninggal di Makkah Setelah Hilang Delapan Hari

PARADAPOS.COM - Muhammad Firdaus (72), seorang jemaah haji asal Pondok Labu, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Makkah, Arab Saudi, pada Jumat (22/5/2026). Sebelumnya, ia dilaporkan hilang selama delapan hari setelah terpisah dari rombongannya saat melaksanakan tawaf di Masjidil Haram. Jenazah almarhum disalatkan oleh ribuan jamaah di pelataran Masjidil Haram sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman umum Makkah.

Kabar kehilangan pertama kali mencuat dari grup percakapan internal rombongan haji. Nurul Fadila (37), putri almarhum, menceritakan bagaimana ia mulai merasa cemas setelah membaca pesan di grup yang menanyakan keberadaan ayahnya. “Saya lihat di grup ada yang bilang, ‘Bapak Firdaus di mana ya?’ Saya sudah deg-degan waktu itu,” kenang Nurul.

Terpisah Saat Tawaf, Sempat Kembali ke Hotel

Menurut penuturan Nurul, ayahnya sempat ditemukan kembali bersama istrinya dan kembali ke hotel setelah insiden pertama. Namun, tak berselang lama, Firdaus kembali menghilang. Selama delapan hari, tidak ada kabar pasti mengenai keberadaannya.

Petugas di lapangan langsung bergerak melakukan pencarian. Di Jakarta, keluarga tak tinggal diam. Mereka terus menghubungi berbagai pihak—mulai dari petugas kloter, sektor, Daker Haji, hingga tim Perlindungan Jemaah (Linjam)—demi mendapatkan titik terang.

Ditemukan di Rumah Sakit dalam Kondisi Meninggal

Kabar duka itu akhirnya tiba pada Jumat dinihari. Nurul mendapat informasi dari seorang kenalan yang berada di Tanah Suci. “Saya dikabari teman yang di Makkah, katanya Bapak Muhammad Firdaus ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rumah sakit,” ujar Nurul, Sabtu (23/5/2026).

Ia segera menghubungi petugas Linjam untuk memverifikasi kabar tersebut. Beberapa jam kemudian, Nafsiah Nawan—istri almarhum yang masih berada di Makkah—didatangi oleh panitia haji dan diajak ke rumah sakit untuk melakukan pengecekan langsung.

Kondisi cuaca ekstrem di Makkah turut menambah kekhawatiran keluarga. Suhu udara di kota suci itu dilaporkan mencapai 40 hingga 48 derajat Celsius. “Kami tetap berpikir positif, tapi juga mulai harus ikhlas kalau ada kabar yang tidak baik,” tutur Nurul.

Dishalatkan Ribuan Jamaah di Masjidil Haram

Meski diliputi duka mendalam, keluarga mengaku bersyukur karena jenazah Muhammad Firdaus akhirnya ditemukan dan disalatkan di Masjidil Haram. “Alhamdulillah Abah ditemukan. Kami juga bersyukur beliau disalatkan di Masjidil Haram,” ungkap Nurul.

Ribuan jamaah turut mendoakan almarhum dalam salat jenazah yang digelar di pelataran masjid. Saat ini, Muhammad Firdaus telah dimakamkan di kawasan pemakaman Makkah. Sementara itu, sang istri tetap melanjutkan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar