PARADAPOS.COM - Wakapolda Lampung Brigjen Sumarto memimpin langsung patroli Quick Response (QR) Presisi skala besar di kawasan Tugu Adipura, Bandar Lampung, pada Sabtu malam, 23 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif serta menekan angka kejahatan jalanan atau street crime di ibu kota provinsi tersebut.
Patroli malam itu bukan sekadar rutinitas biasa. Tim gabungan yang diterjunkan merupakan personel pilihan dari berbagai satuan kerja. Mulai dari Direktorat Reserse Kriminal Umum, Intelijen Keamanan, Samapta, Profesi dan Pengamanan, hingga Satuan Brimob Polda Lampung. Semua bergerak serempak menyusuri titik-titik yang dinilai rawan.
Efek Gentar bagi Pelaku Kejahatan
Brigjen Sumarto menegaskan, kehadiran Tim QR Presisi di lapangan utamanya ditujukan untuk memberikan efek gentar. Ia berharap patroli ini bisa membuat para pelaku kriminal berpikir ulang sebelum beraksi.
"Kehadiran tim ini diharapkan mampu memberikan efek deteren kepada para pelaku tindak pidana street crime, sehingga kita bisa mencegah terjadinya aksi kriminalitas di tengah masyarakat," tegas Sumarto dalam keterangannya, Minggu, 24 Mei 2026.
Selain sebagai langkah pencegahan, tim ini juga dilatih untuk bergerak taktis dan cepat dalam merespons setiap laporan warga. Jika ditemukan tindak pidana di lapangan, petugas tidak akan segan melakukan tindakan tegas berupa tangkap tangan.
Integrasi dengan Call Center 110
Untuk memaksimalkan kinerjanya, Tim QR Presisi Polda Lampung kini telah terintegrasi penuh dengan layanan pusat panggilan atau Call Center 110. Integrasi ini memangkas waktu respons petugas untuk tiba di lokasi kejadian, menyelamatkan korban, hingga mengamankan pelaku dan barang bukti. Warga yang melihat atau mengalami tindak kriminal bisa langsung melapor, dan tim akan segera bergerak.
Adapun rute dan titik patroli tidak ditentukan secara sembarangan. Semua berdasarkan hasil analisa serta evaluasi gangguan Kamtibmas berkala. Petugas menyasar jam-jam dan lokasi yang selama ini terdata sebagai zona rawan kriminalitas.
Patroli Dialogis hingga ke Akar Rumput
Tak hanya sekadar berpatroli dengan kendaraan, petugas juga melakukan patroli dialogis. Mereka menyambangi pos ronda dan pos keamanan lingkungan untuk menyerap informasi langsung dari warga. Pendekatan ini dinilai efektif untuk membangun kepercayaan dan mendapatkan data akurat dari lapangan.
Suasana malam di sekitar Tugu Adipura yang biasanya ramai, Sabtu itu terasa sedikit berbeda. Kehadiran aparat berseragam lengkap dengan kendaraan taktis membuat beberapa warga berhenti sejenak, ada yang melambai, ada pula yang sekadar mengamati dari kejauhan. Patroli berlangsung hingga larut malam, menyusuri jalan-jalan utama hingga gang-gang kecil yang selama ini masuk dalam peta rawan kejahatan.
Artikel Terkait
Pemulihan Pascabencana di Sumatera Capai 80 Persen, Tito Karnavian Soroti Tiga Daerah Prioritas
Pemerintah Matangkan Persiapan Puncak Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Mulai 25 Mei 2026
Pengembang Nakal Manipulasi Data KPR, Tenaga Ahli Kementerian PKP Sebut Ada Unsur Kesengajaan
Hasil UTBK-SNBT 2026 Diumumkan 25 Mei Pukul 15.00 WIB, Cek di Portal Resmi dan Link Mirror PTN