PARADAPOS.COM - Jakarta, 8 Zulhijah menjadi momen istimewa bagi umat Islam yang menjalankan puasa sunah Tarwiyah. Sehari sebelum puasa Arafah, ibadah ini tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di hari yang mulia ini, umat Islam dianjurkan untuk mengisi waktu dengan berbagai amalan yang dapat meningkatkan ketakwaan.
Memperbanyak Zikir dan Doa
Salah satu amalan utama yang dianjurkan saat puasa Tarwiyah adalah memperbanyak zikir. Umat Islam disarankan untuk melantunkan tahmid, tahlil, tasbih, dan takbir sepanjang bulan Zulhijah. Bacaan zikir seperti "Subhanallah", "Alhamdulillah", "Laa ilaaha illallah", dan "Allahu Akbar" bisa diamalkan kapan saja. Zikir ini dipercaya dapat menenangkan hati sekaligus menambah pahala di hari-hari istimewa.
Selain zikir, memperbanyak doa juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Hari-hari di bulan Zulhijah termasuk waktu yang mustajab untuk memohon ampunan, rezeki, kesehatan, dan kebaikan dunia akhirat. Doa bisa dipanjatkan kapan saja, terutama menjelang waktu berbuka puasa dan setelah menunaikan salat.
Membaca Al-Qur’an dan Salat Sunah
Membaca dan merenungkan makna Al-Qur’an menjadi amalan yang tak kalah penting. Selain mendatangkan pahala, aktivitas ini juga dapat memperkuat keimanan dan mendatangkan ketenangan batin. Umat Islam bisa menyisihkan waktu untuk membaca beberapa ayat setiap selesai salat atau di sela-sela aktivitas selama berpuasa.
Untuk melengkapi ibadah wajib, melaksanakan salat sunah juga sangat dianjurkan. Salat duha, tahajud, dan salat rawatib bisa menjadi pelengkap yang menambah pahala di hari-hari yang mulia ini. Salat sunah ini tidak hanya sebagai bentuk ketaatan, tetapi juga menjadi sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Bersedekah dan Menjaga Lisan
Amalan lain yang tidak kalah utama adalah bersedekah. Sedekah tidak harus dalam jumlah besar; membantu orang lain, berbagi makanan berbuka, atau memberikan bantuan kepada yang membutuhkan adalah bentuk sedekah yang bernilai pahala. Semua dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Di sisi lain, saat berpuasa, umat Islam tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga dituntut untuk menjaga lisan dan perilaku. Menghindari perkataan kasar, gosip, kebohongan, atau perbuatan buruk lainnya menjadi kunci agar pahala puasa tidak berkurang. Menjaga diri dari hal-hal negatif adalah bagian dari esensi berpuasa itu sendiri.
Memperbanyak Istigfar
Memohon ampun kepada Allah SWT dengan membaca istigfar juga menjadi amalan yang baik dilakukan saat puasa Tarwiyah. Bacaan istigfar yang sering diamalkan adalah:
"Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih."
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan aku bertobat kepada-Nya.” Dengan memperbanyak istigfar, hati menjadi lebih bersih dan siap menyambut hari-hari penuh berkah.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polisi Kejar dan Tangkap Dua Pengedar Sabu di Dairi, Sita 4,93 Gram Narkotika
Kepala BGN Bantah Keras Kabar OTT, Buktikan Masih Bertugas di Bareskrim
Kuota SNBT 2026 Resmi Bertambah Jadi 286.864 Kursi, Hasil Alihan dari Sisa Daya Tampung SNBP
Kaka Amrullah Ronaldo Messi Debut di Laga Pamungkas Liga Super Indonesia 2025/2026