PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melakukan kunjungan kenegaraan ke Yordania pada Selasa, 24 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral dan membahas isu-isu strategis, dengan agenda utama pertemuan pribadi dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya keesokan harinya.
Kedatangan yang Dihormati di Amman
Pesawat Garuda Indonesia yang membawa Presiden beserta rombongan terbatas mendarat di Pangkalan Udara Marka, Amman, sekitar pukul 19.53 waktu setempat. Menariknya, saat memasuki wilayah udara Yordania, pesawat Kepala Negara dikawal langsung oleh jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania sebagai bentuk protokol kehormatan. Suasana hangat langsung terasa di bandara. Kedatangan beliau disambut langsung oleh Putra Mahkota Pangeran Hussein bin Abdullah al-Hashimi, didampingi sejumlah pejabat tinggi pemerintah setempat.
Dari sisi Indonesia, Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono dan Atase Pertahanan Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin juga telah menunggu di tempat. Upacara penyambutan berlangsung khidmat dengan inspeksi pasukan kehormatan yang mengenakan seragam lengkap. Presiden, didampingi Putra Mahkota, membalas penghormatan dari prajurit yang berbaris rapi sebelum kemudian meninggalkan bandara menuju penginapan di pusat kota.
Dukungan Diaspora dan Latar Belakang Kunjungan
Antusiasme menyambut kepemimpinan nasional ternyata juga datang dari warga Indonesia di perantauan. Di hotel tempat Presiden bermalam, puluhan diaspora dan mahasiswa telah berkumpul di area lobi, berharap dapat menyapa dan bertemu langsung dengan sang pemimpin. Momen ini menunjukkan ikatan yang kuat antara pemerintah dan warganya, bahkan di ribuan kilometer dari tanah air.
Lawatan ini bukan yang pertama bagi Presiden ke Yordania. Sebelumnya, beliau telah melakukan kunjungan resmi pada pertengahan April 2025. Bahkan, hubungan pribadi yang baik dengan Raja Abdullah II telah terjalin sejak lama, ditandai dengan pertemuan pada Juni 2024 untuk membahas isu kemanusiaan di Gaza. Raja Abdullah II sendiri telah membalas kunjungan tersebut dengan datang ke Jakarta pada November 2025.
Dalam pertemuan di Jakarta kala itu, Presiden menyampaikan harapan yang dalam kepada sang pemimpin Yordania.
"Saya meminta Raja Yordania menjadikan Indonesia sebagai rumah keduanya," ungkapnya.
Agenda Strategis dan Penutupan Kunjungan
Inti dari lawatan ini akan berlangsung pada Rabu, 25 Februari. Pertemuan bilateral di Istana Al Husseiniya diharapkan dapat menghasilkan pembahasan mendalam mengenai kerja sama di berbagai bidang yang menguntungkan kedua negara. Selain pertemuan empat mata, rangkaian acara juga dijadwalkan mencakup penyaksian penandatanganan beberapa perjanjian kerja sama konkret antara Indonesia dan Yordania.
Setelah merampungkan seluruh agenda diplomasinya, Presiden beserta rombongan dijadwalkan meninggalkan Amman pada Rabu sore. Kunjungan singkat yang padat ini diharapkan tidak hanya memperkuat fondasi hubungan politik, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk kolaborasi ekonomi dan kemanusiaan antara kedua negara.
Artikel Terkait
PU Genjot Perbaikan Bendungan Pante Lhong Aceh, Target Selesai Awal Maret
Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Tiga Puskesmas Keliling Air untuk Raja Ampat dan Sorong Selatan
Pelatnas Bulutangkis Berangkat Lebih Awal untuk Aklimatisasi Jelang All England 2026
Bhayangkara FC Hajar Semen Padang 4-0, The Guardians Melonjak ke Posisi Lima