PARADAPOS.COM - Paris Saint-Germain resmi mengukuhkan diri sebagai juara Liga Champions 2025/2026 setelah menundukkan Arsenal dalam drama adu penalti 4-3 di Puskas Arena, Budapest, Sabtu, 30 Mei. Laga final yang berlangsung sengit selama 120 menit itu harus berakhir imbang 1-1, sebelum akhirnya Les Parisiens keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan trofi kedua PSG secara beruntun di kompetisi elit Eropa, tetapi juga menempatkan mereka dalam jajaran sejarah sebagai tim ketiga yang sukses meraih gelar ganda domestik dan Eropa dalam dua musim berturut-turut. Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang catatan pahit Arsenal yang kini telah menjalani 226 pertandingan di ajang Eropa tanpa satupun gelar.
PSG Ukir Namanya di Buku Sejarah
Gelar malam itu bukan sekadar tambahan koleksi. Ini adalah trofi Liga Champions kedua secara beruntun bagi PSG dalam dua musim terakhir. Ketika digabungkan dengan gelar Ligue 1 yang mereka raih di periode yang sama, pencapaian ini langsung menempatkan PSG dalam jajaran elit sepak bola Eropa. Mereka menjadi tim ketiga sepanjang sejarah yang berhasil memenangkan liga domestik dan Piala Eropa atau Liga Champions secara beruntun dalam dua musim berturut-turut. Sebelumnya, hanya Real Madrid pada 1956/57 dan 1957/58 serta Ajax pada 1971/72 dan 1972/73 yang pernah melakukannya.
Rekor Penguasaan Bola Terendah Arsenal
Di balik gemerlap adu penalti, ada satu angka yang langsung mencuri perhatian: penguasaan bola Arsenal yang hanya 24,7 persen. Catatan ini menjadi yang terendah yang pernah tercatat untuk sebuah tim dalam final Liga Champions sejak data modern mulai dikumpulkan pada musim 2003/04. Angka tersebut juga merupakan persentase penguasaan bola terendah Arsenal dalam pertandingan mana pun di bawah asuhan Mikel Arteta ketika mereka bermain dengan 11 pemain penuh sepanjang laga.
Pendekatan reaktif Arteta terbukti nyaris membuahkan hasil. Meski hanya menguasai seperempat permainan, Arsenal mampu menahan imbang PSG hingga 120 menit. Laga yang berakhir 1-1 itu menunjukkan bahwa strategi bertahan yang disiplin bisa menjadi senjata ampuh, meski akhirnya mereka terjungkal di momen yang paling tidak terduga: babak adu penalti.
Rekor Pahit The Gunners Berlanjut
Bagi pendukung Arsenal, angka yang paling menyakitkan malam itu bukanlah skor adu penalti, melainkan angka 226. Itu adalah jumlah pertandingan The Gunners di ajang Piala Eropa dan Liga Champions tanpa pernah merasakan manisnya mengangkat trofi. Kekalahan ini menambah satu laga lagi ke dalam daftar panjang tersebut, menjadikan Arsenal sebagai klub dengan penantian terpanjang tanpa gelar di kompetisi Eropa.
Luis Enrique: Pelatih dengan Tiga Gelar UCL
Di tengah euforia kemenangan PSG, satu nama berdiri paling menonjol: Luis Enrique. Pelatih asal Spanyol itu kini menjadi salah satu manajer paling berprestasi dalam sejarah Liga Champions. Sebelumnya menangani Barcelona dari 2014 hingga 2017 dan timnas Spanyol, Enrique meraih gelar UCL ketiganya malam ini. Capaian tersebut menempatkannya sebagai pelatih paling sukses di kompetisi ini, hanya di bawah Carlo Ancelotti.
Havertz Masuk Daftar Eksklusif
Meski Arsenal harus pulang dengan kekalahan, ada satu catatan individu yang akan dikenang lama. Gol Kai Havertz untuk The Gunners malam ini menempatkannya dalam daftar yang hanya berisi tiga nama sepanjang sejarah Liga Champions. Ia kini bergabung dengan Cristiano Ronaldo dan Mario Mandžukić sebagai satu-satunya pemain yang pernah mencetak gol di final Liga Champions untuk dua klub berbeda. Sebuah pencapaian pribadi yang luar biasa di tengah kepahitan kekalahan timnya.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Rafael Benitez Buka Suara soal Ketertarikan Latih Timnas Italia, Sedang Belajar Bahasa Italia
Polisi Kantongi 12 Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang Terjaring Kamera ETLE
Arus Peti Kemas Pelindo Tumbuh 7 Persen pada Januari–April 2026, Didorong Ekspor-Impor
Maruarar Sirait Resmi Dilantik sebagai Ketua Umum PIKI Periode 2026-2031