PARADAPOS.COM - Sekitar 5.000 umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia menggelar perayaan Hari Raya Waisak 2026 di kompleks Candi Sewu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Minggu, 31 Mei 2026. Perayaan yang sudah memasuki tahun ke-22 di lokasi ini ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar, dirangkaikan dengan kirab agung, ritual pengambilan air suci, dan pradaksina mengelilingi candi. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh masyarakat setempat, tetapi juga oleh peziarah dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Lampung, Bali, DKI Jakarta, hingga Nusa Tenggara Barat.
Rangkaian Ritual dan Persiapan Spiritual
Bhikkhu Badrapalo Thera, salah satu panitia perayaan dari Keluarga Buddhayana Indonesia 2026, mengungkapkan bahwa persiapan spiritual telah dimulai jauh-jauh hari. Menurutnya, tahun ini merupakan kali ke-22 Candi Sewu dijadikan sebagai lokasi perayaan Waisak.
“Rangkaian acara kami lakukan sudah dimulai sejak satu bulan yang lalu. Sebelum memasuki bulan Purnama Sidhi di Bulan Waisak, Keluarga Buddhayana Indonesia bertekad untuk melaksanakan puasa di Bulan Waisak,” ujar Bhikkhu Badrapalo Thera di Klaten, Minggu, 31 Mei 2026.
Sebelum memasuki tahap puasa, umat Buddha mengambil air suci di daerah masing-masing. Air tersebut kemudian dibawa ke vihara dan dibacakan paritta setiap malam. Kegiatan itu juga didukung dengan pembacaan Kitab Dhammapada dalam bahasa Pali dan bahasa Jawa selama satu bulan penuh.
Pada puncak perayaan, rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan Kirab Agung Maitri Prajna Yatra, pensakralan altar, Sannipata Waisak, serta ritual Waisak yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Kirab Agung dilakukan dengan rute dari Candi Plaosan menuju Candi Sewu.
“Kirab ini merupakan perjalanan yang dilandasi cinta kasih untuk mewujudkan kebijaksanaan. Dengan tema Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia, semoga cinta kasih yang kita miliki akan berdampak positif bagi dunia. Semoga dengan kekuatan cinta yang kita miliki, tidak ada lagi perselisihan, perpecahan, maupun peperangan,” katanya.
Semangat Persatuan dan Makna Pradaksina
Bhikkhu Badrapalo Thera menyampaikan bahwa pelaksanaan Waisak kali ini diikuti oleh umat Buddha yang datang dari berbagai daerah, antara lain Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Lampung, Bali, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Tangerang, Banten, dan Jawa Timur. Kehadiran umat dari berbagai wilayah tersebut mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman serta tekad bersama untuk menebarkan nilai-nilai cinta kasih kepada seluruh makhluk.
Usai momen detik-detik Waisak, dilaksanakan pradaksina, yaitu mengelilingi Candi Sewu sebanyak satu putaran dengan penuh keyakinan dan harapan agar semua makhluk hidup berbahagia.
“Ini untuk memberikan penghormatan pada tempat yang disucikan oleh umat Buddha,” katanya.
Dukungan Pemerintah dan Perjalanan Spiritual
Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI, Nyoman Suriadarma, mengatakan bahwa hari ini perayaan Waisak dilaksanakan serentak di berbagai candi, di antaranya Candi Sewu, Candi Sojiwan, Candi Borobudur, serta berbagai candi lain di Indonesia.
“Secara serentak kita melaksanakan perayaan Tri Suci Waisak. Tahun ini, Kementerian Agama sudah tahun kedua mencanangkan Vesakha Sananda. Salah satu aktivitas terbesar Vesakha Sananda adalah tepat pada 20 Mei, bertepatan dengan Kebangkitan Nasional, seluruh umat Buddha di tanah air sebanyak 2.570 orang di 34 provinsi telah melaksanakan hening nusantara bersama,” ujar Nyoman.
Selain itu, menurut Nyoman, tidak kalah pentingnya adalah dua perjalanan spiritual yang sama-sama telah sampai di tempat tujuan masing-masing dengan selamat.
“Ada Indonesia Walk For Peace, yang dulu dikenal dengan thudong, berangkat dari Bali dan telah sampai di Borobudur. Kemudian di Jawa Tengah, yang berangkat dari Candi Sima telah sampai di Candi Sewu,” katanya.
Nyoman mengatakan melalui tema yang diangkat kali ini, pemerintah berharap dapat tercipta vibrasi kedamaian, vibrasi harmonisasi, kerukunan, serta kebersamaan yang hadir dari nusantara.
“Dengan cara demikian, umat Buddha di tanah air dapat memberi contoh dan mengikuti keteladanan bahwa kedamaian dan kerukunan akan menjadi syarat mutlak bagi kedamaian negara dan kedamaian antarbangsa,” katanya.
Harapan dari Pemerintah Daerah
Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten, Jaka Purwanto, berharap peringatan Hari Suci Waisak ini memberikan kedamaian, kebijaksanaan, cinta kasih, serta kebahagiaan bagi seluruh umat.
“Waisak tahun ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga keselarasan hidup. Di tengah dinamika zaman modern yang serba cepat, di mana terkadang ego, gesekan sosial, dan kepentingan pribadi muncul, kehadiran nilai dharma yang sejuk dan tenang sangat kita butuhkan,” ujar Jaka.
Jaka menyatakan bahwa agama hadir untuk menabur kasih sayang kepada sesama makhluk tanpa memandang sekat perbedaan agama.
“Klaten adalah daerah yang dianugerahi kekayaan yang luar biasa. Kekayaan ini bukan hanya terletak pada suburnya tanah pertanian atau indahnya objek wisata air maupun candi-candi purbakala,” kata Jaka.
Jaka menambahkan bahwa kekayaan terbesar Klaten adalah kedewasaannya dalam merawat keberagaman.
“Kita berdiri di atas tanah yang bersejarah. Di Klaten ini berdiri Candi Prambanan yang megah, berdampingan dengan Candi Sewu, Candi Plaosan, Candi Sojiwan yang bercorak Hindu dan Buddha. Juga candi-candi lain yang terletak berdampingan di Kabupaten Klaten,” katanya.
Jaka mengatakan hal ini menjadi bukti bahwa sejak berabad-abad yang lalu, nenek moyang di Klaten telah memberikan teladan dan contoh nyata tentang toleransi, gotong royong, serta bagaimana hidup berdampingan secara damai dalam perbedaan.
“Acara ini bukan hanya milik umat Buddha semata, melainkan juga menjadi kebahagiaan yang turut dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat sebagai simbol kokohnya kerukunan beragama. Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada umat Buddha yang selama ini telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam ikut menjaga ketertiban, keamanan, serta ketenteraman di seluruh wilayah,” katanya.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
UPH Tangerang dan BINUS Jakarta Raih Gelar Juara Campus League Regional Jakarta, Lolos ke Babak Nasional
Polres Semarang Tetapkan Pelajar 16 Tahun sebagai Pelaku Pembelian Senjata Tajam via Instagram
Presiden Prabowo Serukan Persatuan dan Perdamaian dalam Peringatan Waisak 2570 BE
TNI AD Berduka: Mantan Menhan dan Kasad Ryamizard Ryacudu Tutup Usia