Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Status Siaga dan Zona Bahaya Dipertahankan

- Rabu, 25 Februari 2026 | 05:50 WIB
Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Status Siaga dan Zona Bahaya Dipertahankan

PARADAPOS.COM - Gunung Semeru kembali menunjukkan eskalasi aktivitas vulkanik dengan erupsi susulan pada Rabu pagi, 25 Februari 2026. Letusan yang tercatat pukul 07:46 WIB ini terjadi di gunung tertinggi di Jawa tersebut, yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status Siaga (Level III) dan mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat untuk keselamatan warga di sekitar lereng gunung.

Detail Erupsi dan Pengamatan Visual

Erupsi Rabu pagi ini melanjutkan rangkaian aktivitas vulkanik yang sebelumnya telah memuntahkan kolom abu setinggi 3.000 meter pada Selasa petang. Menurut laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, A.P., erupsi terbaru membentuk kolom abu dengan ketinggian signifikan.

"Tinggi kolom letusan teramati ± 600 m di atas puncak (± 4276m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut," jelas Liswanto dalam laporan resminya.

Aktivitas erupsi dilaporkan masih berlangsung saat pengamatan dilakukan, menandakan kondisi gunung yang belum stabil. Arah tiupan abu ke timur laut menjadi perhatian khusus bagi wilayah-wilayah yang berada dalam jalur sebaran material vulkanik.

Rekomendasi Keselamatan dan Zona Bahaya

Menyikapi peningkatan aktivitas ini, PVMBG menegaskan kembali sejumlah pembatasan aktivitas yang wajib ditaati masyarakat. Larangan paling ketat berlaku untuk sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, dengan jarak aman mencapai 13 kilometer dari puncak. Kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap potensi perluasan ancaman di luar zona inti.

“Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” tegas pihak pengamat dalam rekomendasinya.

Peringatan ini diperkuat dengan imbauan untuk menjaga jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Langkah antisipasi ini diambil mengingat risiko awan panas dan aliran lahar yang dinilai dapat menjangkau wilayah hingga 17 kilometer dari puncak gunung.

Kewaspadaan Menyeluruh terhadap Ancaman Sekunder

Selain bahaya langsung dari erupsi, otoritas juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau ancaman sekunder pasca-letusan. Ancaman seperti awan panas guguran, luncuran lava, dan terutamalahar menjadi perhatian utama.

Kewaspadaan ekstra sangat ditekankan bagi warga yang bermukim di dekat wilayah aliran sungai yang menjadi lintasan material vulkanik. Sungai-sungai seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan berpotensi menjadi jalur terjangan lahar, terutama jika terjadi hujan di sekitar puncak. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan berkelanjutan dari semua pihak hingga aktivitas Gunung Semeru benar-benar mereda.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar