PARADAPOS.COM - Atalanta berhasil melaju ke babak 16 besar Liga Champions usai menaklukkan Borussia Dortmund dengan skor telak 4-1 di Gewiss Stadium, Kamis dini hari WIB. Kemenangan dramatis ini membalikkan agregat menjadi 4-3 untuk keunggulan La Dea, setelah sebelumnya tertinggal 0-2 dari pertemuan pertama di Jerman. Pertandingan yang penuh intensitas ini ditentukan oleh performa agresif tuan rumah dan serangkaian momen krusial di babak kedua.
Drama di Bergamo: Atalanta Balikkan Keadaan
Memasuki laga dengan beban kekalahan dua gol, atmosfer di Gewiss Stadium terasa menegangkan. Namun, semangat tim asuhan Gian Piero Gasperini justru tidak terbendung. Mereka langsung mengambil inisiatif dan menekan pertahanan Dortmund sejak menit awal. Tekanan itu berbuah manis lebih cepat dari perkiraan. Hanya dalam lima menit, kekacauan di kotak penalti Dortmund dimanfaatkan dengan cerdik oleh Gianluca Scamacca, yang menyodok bola liar ke gawang Gregor Kobel.
Gol cepat itu semakin mengukuhkan dominasi Atalanta. Dortmund, yang tampil lebih kalem, kesulitan mengembangkan permainan khas mereka. Peluang-peluang terbaik La Dea terus bermunculan, sementara upaya balik tamu seperti tembakan Julian Brandt masih bisa ditangani dengan baik oleh kiper Marco Carnesecchi. Tekanan yang konsisten akhirnya kembali membuahkan gol tepat sebelum turun minit, melalui sepakan jarak jauh Davide Zappacosta yang memperlebar keunggulan.
Puncak Ketegangan dan Penentuan Nasib
Babak kedua justru menyajikan drama yang lebih mencekam. Atalanta semakin mendekatkan diri pada babak berikutnya ketika Mario Pasalic menyundul bola ke gawang Dortmund di menit ke-57, membuat agregat berbalik 3-2. Situasi ini memaksa Dortmund keluar dari cangkang dan meningkatkan intensitas serangan. Tekanan mereka akhirnya terbayar melalui gol spektakuler Karim Adeyemi yang menyamakan agregat menjadi 3-3, mengembalikan ketegangan ke level tertinggi.
Namun, drama puncak justru terjadi di penghujung waktu pertandingan. Kesalahan fatal Kobel dalam mengolah bola dari kotak penalti memicu kekacauan. Dalam upaya menyelamatkan situasi, Ramy Bensebaini justru melakukan pelanggaran keras di area terlarang. Setelah meninjau ulang melalui VAR, wasit tanpa ragu menunjuk titik putih dan mengusir Bensebaini yang telah menerima kartu kuning kedua.
Momen krusial itu menjadi penentu nasib. Lazar Samardzic, yang maju sebagai eksekutor, tampil penuh keyakinan. Dengan tenang, pemain muda itu melepaskan tendangan keras ke sudut gawang yang tak terjangkau Kobel.
"Saya hanya fokus pada teknik dan memilih sudut. Ini kemenangan untuk seluruh tim yang telah berjuang tanpa henti," ungkap Samardzic usai laga, menggambarkan momen penuh tekanan yang berhasil diubahnya menjadi kemenangan.
Komposisi Pemain dan Analisis Singkat
Strategi Gasperini dengan formasi 3-4-2-1 terbukti efektif menekan lini tengah Dortmund. Peran vital Marten de Roon dan Mario Pasalic di tengah lapangan menjadi kunci transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Di sisi lain, Dortmund yang menurunkan skema 3-4-2-1 tampak kesulitan menyalurkan bola kepada para playmaker mereka, sehingga serangan seringkali mandek di lini terdepan.
Susunan Pemain:
Atalanta (3-4-2-1): Carnesecchi; Scalvini, Hien, Kolasinac; Zappacosta, De Roon, Pasalic, Bernasconi; Samardzic, Zalewski; Scamacca.
Borussia Dortmund (3-4-2-1): Kobel; Can, Anton, Bensebaini; Ryerson, Nmecha, Bellingham, Svensson; Beier, Brandt; Guirassy.
Kemenangan ini tidak hanya sekadar membalikkan agregat, tetapi juga menunjukkan mentalitas dan karakter kuat Atalanta. Mereka membuktikan mampu bangkit dari tekanan dan memenangkan duel psikologis dalam pertandingan berintensitas tinggi, sebuah prasyarat penting bagi tim yang bercita-cita melaju jauh di kompetisi elit Eropa tersebut.
Artikel Terkait
LPDP Hitung Nilai Pengembalian Dana Beasiswa Alumni yang Hina Negara
Pertumbuhan Kredit UMKM Bergantung pada Kinerja Perdagangan, Pertanian, dan Industri
Polres Tangerang Kota Beri Bantuan ke Anak Pemulung yang Jual Gambar Karyanya
Pemerintah Perpanjang Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara hingga 2026