PARADAPOS.COM - Stasiun Transmisi TVRI Liwa di Lampung Barat kembali mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Limau Kunci untuk memperbaiki kerusakan pipa yang telah menghentikan pasokan air bersih ke kantor mereka sejak 19 Januari 2026. Kondisi ini memaksa lima petugas operator di lokasi terpencil itu membeli air secara mandiri untuk kebutuhan sehari-hari, menambah beban operasional stasiun pemancar yang vital bagi penyiaran publik.
Surat Permohonan Belum Ditindaklanjuti
Menurut keterangan Kepala Stasiun Transmisi TVRI Liwa, upaya koordinasi resmi telah dilakukan dengan mengirimkan surat permohonan perbaikan pertama pada 3 Februari 2026. Sayangnya, hingga beberapa pekan berlalu, belum ada langkah konkret dari pihak pengelola air untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Ketidakpastian ini mendorong stasiun tersebut untuk kembali mengirimkan surat susulan sebagai bentuk desakan.
“Kami sudah menyurati PDAM sejak tanggal 3 Februari 2026 untuk meminta perbaikan pipa. Namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang nyata. Karena itu kami kembali mengirimkan surat susulan agar perbaikan ini bisa segera diprioritaskan,” tuturnya.
Beban Operasional yang Meningkat
Dampak langsung dari krisis air ini sangat terasa di lapangan. Untuk bertahan, para petugas terpaksa membeli air bersih dengan mengeluarkan biaya tambahan. Mereka membeli tujuh drum air dengan harga Rp15 ribu per drum, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar—seperti minum, masak, dan sanitasi—selama lima hari.
“Dalam lima hari kami bisa menghabiskan tujuh drum air. Kalau kondisi ini terus berlanjut, tentu akan cukup membebani, apalagi ini untuk kebutuhan dasar operasional,” jelasnya lebih lanjut.
Respon dan Janji dari PDAM
Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Umum PDAM Limau Kunci, Akuan, mengakui adanya laporan kerusakan pipa di jalur menuju stasiun TVRI tersebut. Ia menjelaskan bahwa prioritas perbaikan saat ini masih tertuju pada lokasi lain yang dinilai lebih kritis, yaitu di area jembatan putus di Lingkungan Seranggas.
“Kami saat ini sedang menyelesaikan perbaikan pipa di titik jembatan putus di Lingkungan Seranggas. Setelah itu, penanganan pipa ke arah stasiun pemancar TVRI Liwa akan segera kami kerjakan,” ungkap Akuan.
Ia memberikan kepastian bahwa pekerjaan perbaikan jalur ke TVRI Liwa telah dijadwalkan dan rencananya akan dimulai pada Jumat mendatang. Janji ini ditunggu realisasinya oleh seluruh staf di stasiun transmisi.
Menunggu Realisasi di Lapangan
Pihak TVRI Liwa menyambut informasi jadwal perbaikan tersebut, namun tetap berharap komitmen itu segera diwujudkan. Ketersediaan air bersih bukan sekadar urusan kenyamanan, melainkan kebutuhan vital yang mendukung stabilitas operasional penyiaran dan kesehatan petugas yang berjaga di lokasi. Ke depan, diharapkan koordinasi antar lembaga publik ini dapat berjalan lebih lancar untuk mencegah terulangnya gangguan serupa.
Artikel Terkait
Harga Emas Terkunci di Level USD 4.670, Terjepit antara Gejolak Minyak dan Ancaman Inflasi
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Imbas Blokade Angkatan Laut ke Iran
Gempa M 4,7 di Flores Timur, Ratusan Warga Masih Mengungsi Akibat Trauma
Ganjil-Genap Jakarta Tetap Berlaku Senin, 13 April 2026