Pertamina Pastikan Pasokan dan Kualitas Avtur Aman Jelang Puncak Mudik

- Kamis, 26 Februari 2026 | 21:50 WIB
Pertamina Pastikan Pasokan dan Kualitas Avtur Aman Jelang Puncak Mudik

PARADAPOS.COM - PT Pertamina (Persero) memastikan kesiapan pasokan dan kualitas bahan bakar penerbangan (Avtur) jelang puncak arus mudik Idulfitri. Komitmen ini diwujudkan melalui kesiapan operasional seluruh Aviation Fuel Terminal (AFT), termasuk AFT Halim Perdanakusuma di Jakarta, yang menjalankan pengujian kualitas berlapis untuk memenuhi kebutuhan beragam konsumen, mulai dari TNI AU hingga penerbangan komersial.

Kesiapan Stok dan Keterbukaan Informasi

Menjelang momen Ramadan dan Idulfitri, Pertamina secara proaktif melakukan penumpukan stok Avtur untuk mengantisipasi lonjakan permintaan di sektor aviasi. Langkah ini bagian dari upaya perusahaan menjaga keamanan pasokan energi nasional. Dalam kunjungan media ke AFT Halim, perusahaan menekankan pentingnya transparansi informasi kepada publik mengenai kesiapan ini.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa antisipasi telah dilakukan jauh hari. "Untuk keamanan pasokan pada momen Ramadan dan Idulfitri, kami memastikan kondisi stok Avtur dalam posisi aman. Bahkan sebelum periode Satgas Ramadan dan Idulfitri, Pertamina mulai melakukan build-up stok, atau meningkatkan ketersediaan pasokan, sehingga seluruh kebutuhan diharapkan terpenuhi dengan baik," tuturnya.

Pengawasan Kualitas yang Ketat dan Berlapis

Di balik kesiapan kuantitas, Pertamina juga menaruh perhatian serius pada aspek kualitas. Pengawasan dilakukan secara komprehensif, menyusuri seluruh rantai pasok dari kilang hingga ke sayap pesawat. Proses ini dirancang ketat sesuai standar internasional untuk memastikan Avtur dalam kondisi prima saat digunakan.

Arya Dwi Paramita menjelaskan cakupan proses tersebut. "Pemeriksaan dilakukan sejak dari kilang pengolahan Pertamina, kemudian penerimaan di Aviation Fuel Terminal, selama masa penyimpanan, hingga sebelum pengisian ke pesawat udara. Seluruh tahapan itu dilaksanakan sesuai standar internasional untuk memastikan kualitas Avtur tetap prima," jelasnya.

Prosedur Quality Control di Lapangan

Di tingkat operasional, prosedur pemeriksaan di AFT Halim dilakukan dengan teliti. Aviation Fuel Terminal Manager, Irine Yuliana, memaparkan tahapan Quality Control yang rutin dijalankan. Tahap awal adalah Visual Appearance Check, termasuk Clear & Bright Test dan penggunaan Chemical Water Detector (CWD) untuk mendeteksi partikel padat atau kandungan air.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan densitas dan Membrane Test untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi fraksi lain atau kontaminan padat. Tahap akhir adalah pengujian Conductivity Unit untuk memastikan sifat konduktivitas bahan bakar sesuai standar keamanan.

Irine menegaskan prinsip kehati-hatian yang diterapkan. "Pertamina selalu melaksanakan quality control dengan ketat untuk menjaga kualitas produk yang akan digunakan oleh konsumen," ungkapnya.

Peran Strategis AFT Halim dan Komitmen Berkelanjutan

AFT Halim Perdanakusuma memegang peran strategis dalam jaringan suplai nasional. Fasilitas dengan empat tangki berkapasitas total 8 ribu kilo liter ini merupakan terminal terbesar kedua di Jawa Barat. Selain melayani penerbangan komersial di bandara Halim, terminal ini juga menangani kebutuhan khusus.

VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, memberikan konteks lebih luas. "Halim merupakan AFT terbesar kedua di Jawa Bagian Barat dan terbesar keenam secara nasional. Selain melayani penerbangan komersial, di Halim kami juga melayani kebutuhan khusus seperti TNI Angkatan Udara dan VVIP, dengan porsi layanan khusus lebih dari 30 persen," paparnya.

Komitmen operasional ini selaras dengan visi perusahaan dalam transisi energi dan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG). Upaya menjaga pasokan dan kualitas Avtur yang andal tidak hanya mendukung mobilitas nasional, tetapi juga berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan dan target Net Zero Emission di masa depan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar