PARADAPOS.COM - Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran semakin intensif, dengan target yang diklaim mencakup kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan ada indikasi kuat Khamenei tewas dalam serangan dahsyat akhir pekan lalu, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran. Serangan ini telah memicu korban jiwa yang signifikan dan meningkatkan ketegangan di kawasan yang sudah memanas.
Kompleks Kediaman Khamenei Diklaim Dihancurkan
Menurut laporan media Israel yang mengutip sumber intelijen, serangan udara yang dilancarkan pada Sabtu (28 Februari 2026) itu sangat masif. Kompleks kediaman Ali Khamenei di jantung ibu kota Iran disebut-sebut menjadi sasaran utama. Sebuah laporan televisi Israel mengklaim puluhan bom dijatuhkan di lokasi tersebut.
Jaringan Channel 12 Israel melaporkan, "30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut. Ali Khamenei berada di bawah tanah, tetapi mungkin tidak di bunkernya sendiri."
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang mengonfirmasi atau membantah kondisi kompleks kediaman pemimpin tertinggi mereka tersebut. Keberadaan dan kondisi Khamenei sendiri masih menjadi misteri, menambah spekulasi dan ketidakpastian mengenai situasi sebenarnya di Teheran.
Klaim Netanyahu dan Korban Jiwa
Benjamin Netanyahu secara terbuka mengklaim keberhasilan operasi militer tersebut dan menyiratkan nasib buruk menimpa Ali Khamenei. Pernyataan Netanyahu disiarkan secara luas melalui siaran televisi, memperkuat narasi ofensif Israel.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan, "Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung Teheran... dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi."
Di sisi lain, dampak kemanusiaan dari serangan ini mulai terungkap. Organisasi Bulan Sabit Merah Iran melaporkan angka korban yang mencengangkan. Menurut mereka, serangan yang terjadi pada Sabtu malam itu menewaskan sedikitnya 201 orang dan melukai 747 warga sipil lainnya. Data ini menggambarkan skala dan intensitas serangan yang terjadi, meski angka pastinya belum dapat diverifikasi secara independen.
Ketenangan Iran dan Eskalasi Ketegangan
Berdiam dirinya pemerintah Iran dalam merespons klaim kematian Khamenei menjadi perhatian analis hubungan internasional. Keheningan resmi dari Teheran ini kontras dengan klaim kemenangan yang disuarakan Netanyahu. Beberapa pengamat menduga, kesunyian ini bisa menjadi bagian dari penilaian situasi internal yang sedang berlangsung atau persiapan untuk respons strategis.
Eskalasi militer langsung antara Israel dan Iran ini menandai babak baru yang berbahaya dalam konflik yang telah lama berlangsung secara proxy. Serangan langsung ke jantung ibu kota dan target kepemimpinan tertinggi Iran dinilai sebagai langkah yang sangat provokatif, berpotensi memicu pembalasan yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas keamanan regional, termasuk jalur pelayaran vital seperti Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Israel, Sebut Banyak Pimpinan Iran Gugur
Pemkot Tangerang Luncurkan Layanan Sembako Keliling Bang Sama
Manchester City Tundukkan Leeds United 1-0, Perketat Jarak dengan Arsenal
BGN Hentikan Sementara 47 Layanan Makan Gratis Ramadan Temukan Makanan Tak Layak