PARADAPOS.COM - Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026. Penetapan ini diumumkan melalui maklumat resmi yang dikeluarkan pada September 2025, berdasarkan hasil perhitungan hisab yang dilakukan oleh majelis internal organisasi.
Dasar Penetapan Berdasarkan Hisab
Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal dan Zulhijah 1447 Hijriah. Dokumen resmi ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, pada 22 September 2025, memberikan kepastian jauh hari sebelum pelaksanaan.
Penetapan ini bukanlah hal yang mendadak, melainkan hasil dari kajian ilmiah yang matang. Muhammadiyah, dengan tradisi keilmuannya yang kuat, mengacu pada hasil hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Kajian tersebut berpedoman pada prinsip dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal, sebuah sistem yang dirancang untuk menyatukan kalender Islam secara internasional.
Parameter Astronomis yang Digunakan
Dalam maklumatnya, Muhammadiyah menjelaskan alasan teknis di balik keputusan ini. Penetapan 1 Syawal didasarkan pada kondisi astronomis spesifik saat konjungsi atau ijtimak terjadi.
“Pada saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC ada wilayah di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan >5 ° dan elongasi Bulan ≥ 8°,” demikian penjelasan rinci yang tercantum dalam maklumat tersebut.
Parameter ini menunjukkan bahwa hilal telah memenuhi kriteria visibilitas (kenampakan) di suatu tempat di dunia, sehingga menjadi dasar penentuan pergantian bulan. Pendekatan ini konsisten dengan metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini diterapkan oleh Muhammadiyah.
Keseragaman Tanggal Secara Global
Selain pertimbangan astronomis, maklumat itu juga menyoroti aspek kesatuan. Muhammadiyah menyatakan bahwa Idul Fitri tahun 1447 H akan dirayakan secara serentak di berbagai belahan dunia pada tanggal yang sama.
“Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,” ungkapnya, menegaskan poin penting dalam maklumat tersebut.
Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen organisasi terhadap konsep kalender global, yang bertujuan mengurangi perbedaan hari raya di kalangan umat Islam internasional. Dengan keputusan yang diambil jauh hari ini, Muhammadiyah memberikan kepastian dan kesiapan bagi warga persyarikatannya dan masyarakat luas untuk menyambut hari kemenangan.
Artikel Terkait
Serangan Rudal Iran Guncang Yerusalem, Tujuh Orang Dilaporkan Terluka
Frankfurt Taklukkan Freiburg 2-0 Berkat Gol Pemain Pengganti
AS Roma dan Juventus Bermain Imbang 3-3 dalam Drama Enam Gol di Olimpico
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk Sebagian Besar Wilayah Indonesia