PARADAPOS.COM - Sebanyak 38 pekerja migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Dumai, Riau, pada Kamis (12/3). Mereka dipulangkan menggunakan kapal Indomal Sovereign dan diterima oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Riau. Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, mengonfirmasi bahwa arus pemulangan PMI nonprosedural ini masih berlangsung, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.
Gelombang Pemulangan Jelang Lebaran
Pemulangan 38 PMI ini bukan yang pertama terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menjelang bulan suci Ramadan dan hari raya, intensitas kedatangan pekerja migran yang dideportasi tampak meningkat. Sepekan sebelumnya, sebanyak 51 orang juga telah tiba melalui jalur yang sama, difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru.
Fanny Wahyu Kurniawan menjelaskan situasi ini dengan rinci di Pekanbaru, Jumat lalu.
"Kami kembali menerima saudara-saudara kita pekerja migran Indonesia yang dideportasi dari Malaysia sebanyak 38 orang. Sebelumnya pada pekan lalu sebanyak 51 orang juga telah dipulangkan melalui Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru ke Pelabuhan Dumai," jelasnya.
Profil dan Asal Daerah PMI
Para pekerja migran yang baru tiba tersebut berasal dari berbagai penjuru tanah air, mencerminkan persebaran warga Indonesia yang mencari penghidupan di negara tetangga. Daerah asal mereka antara lain Aceh, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, Jambi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kalimantan Barat, dan Maluku. Dari total 38 orang, 28 di antaranya adalah laki-laki dan 10 perempuan.
Fanny menambahkan detail mengenai komposisi gender dari kelompok tersebut.
"Dari 38 orang PMI tersebut, terdiri dari 28 orang laki-laki dan 10 orang perempuan," ungkapnya.
Total Pemulangan Selama Ramadan
Jika dirangkum, gelombang pemulangan selama bulan Ramadan tahun ini telah membawa pulang ratusan pekerja migran. Hanya dalam tiga kali kedatangan melalui Pelabuhan Dumai, jumlah PMI yang telah kembali ke Indonesia mencapai angka yang signifikan.
Kepala BP3MI Riau memaparkan akumulasi angka tersebut.
"Dalam bulan puasa ini kita sudah tiga kali menerima pemulangan deportasi. Dua pekan lalu sebanyak 165 orang dan pekan ini 38 orang, jadi sudah 203 pekerja migran telah dipulangkan selama Ramadhan ini," tuturnya.
Proses dan Tindak Lanjut di Tanah Air
Menurut Fanny, sebagian besar PMI yang tiba dalam kondisi kesehatan yang cukup baik. Setibanya di Dumai, tim BP3MI Riau langsung melakukan pendataan menyeluruh. Langkah ini penting untuk memastikan setiap individu terdaftar dan dapat segera difasilitasi proses kepulangannya ke daerah asal. Upaya ini menjadi semakin krusial mengingat momentum Idul Fitri yang semakin dekat, di mana harapan untuk bersatu kembali dengan keluarga menjadi prioritas.
Antisipasi Arus Deportasi Berlanjut
Pihak berwenang memperkirakan bahwa arus pemulangan PMI dari Malaysia masih akan berlanjut hingga hari-hari jelang Lebaran. Kebijakan ini, meski bersifat deportasi, juga dimaknai sebagai upaya agar para pekerja migran dapat merayakan hari raya di kampung halaman bersama orang-orang terdekat. Fanny menegaskan komitmen instansinya untuk mendampingi proses ini hingga tuntas, memastikan setiap warga negara yang pulang mendapatkan pelayanan dan pengantaran yang layak ke tempat asalnya.
Artikel Terkait
Arus Lalu Lintas Hari Pertama Operasi Ketupat 2026 Tetap Terkendali
Menlu RI Serukan Deeskalasi di Timur Tengah dan Perkuat Soliditas ASEAN
97 Persen Jalan di Semarang Dinyatakan Mantap Menyambut Arus Mudik Lebaran
Dishub Jabar Larang Angkot, Delman, dan Becak di Jalur Mudik Lebaran 2026