PARADAPOS.COM - Museum Nasional di Jakarta ramai dikunjungi wisatawan saat libur sekolah, Minggu, 14 Juni 2026. Destinasi ini menjadi pilihan utama bagi keluarga yang ingin mengisi waktu luang sekaligus mengenalkan sejarah Indonesia secara langsung kepada anak-anak. Suasana di area museum tampak hidup; pengunjung lokal dan mancanegara berbaur, antrean mengular di beberapa titik koleksi populer.
Salah satu pengunjung, Aulia (43), datang bersama anaknya yang baru pertama kali menginjakkan kaki di museum. “Karena kan emang dia belum pernah ke museum. Terus libur, liburan juga gitu, jadi kita ngajak ke sini,” ujarnya di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Minggu, 14 Juni 2026.
Aulia mengaku sengaja memilih museum sebagai destinasi liburan. Baginya, momen ini bukan sekadar rekreasi, tetapi juga sarana belajar yang konkret. “Iya benar buat edukasi karena sekarang pelajaran sejarah juga di SD nggak sebanyak zaman dulu,” tuturnya.
Edukasi Sejarah Lewat Koleksi Langsung
Berbeda dengan belajar dari buku teks, melihat koleksi sejarah secara langsung memberikan pengalaman yang lebih membekas. Aulia menambahkan bahwa kunjungan ini membantu anaknya memahami warisan budaya secara visual dan taktil. “Edukasi diberikan agar anaknya dapat mengenal sejarah Indonesia secara langsung,” jelasnya.
Di lorong-lorong museum, anak-anak tampak antusias mengamati patung, prasasti, dan diorama. Beberapa orang tua terlihat membacakan keterangan koleksi dengan suara pelan. Suasana belajar berlangsung natural, tanpa paksaan.
Alternatif Mengurangi Layar Gadget
Selain nilai edukasi sejarah, Aulia juga menyoroti manfaat lain dari berkunjung ke museum. Menurutnya, aktivitas ini bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai. “Museum Nasional ini bagus, nggak cuma anak-anak tapi saya yang orang dewasa juga suka kesini,” ungkapnya.
Ia berharap lebih banyak keluarga memanfaatkan museum sebagai ruang interaksi. “Berkunjung ke museum dapat menjadi alternatif untuk mengurangi penggunaan gadget, sehingga dapat lebih banyak berinteraksi dengan keluarga,” lanjutnya.
Di tengah hiruk-pikuk liburan, Museum Nasional membuktikan diri sebagai oase edukasi yang tetap relevan. Tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun bisa menemukan kembali rasa ingin tahu mereka terhadap sejarah bangsa.
Editor: Joko Susilo
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
MPR RI Terapkan Sistem Rekam Ulang dan Headphone untuk Juri di LCC Empat Pilar 2026
Analis: Penguatan Kompolnas dalam UU Polri Baru Lebih Efektif Dibanding Buat Undang-Undang Khusus
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di NTT Akibat Super New Moon 15 Juni 2026
Direktur PoliEco Digital: Hilirisasi dan Optimalisasi DHE Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tekanan Global