Iran Belum Pastikan Teken Damai dengan AS, Teheran Minta Washington Tak Tergesa-gesa

- Minggu, 14 Juni 2026 | 01:50 WIB
Iran Belum Pastikan Teken Damai dengan AS, Teheran Minta Washington Tak Tergesa-gesa

PARADAPOS.COM - Iran secara resmi belum menentukan sikap terkait penandatanganan kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmail Baghaei di tengah derasnya klaim yang disampaikan Presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan damai kedua negara segera diteken. Hingga saat ini, Teheran masih menunggu kepastian jadwal, sementara Washington terus mendesak agar perjanjian segera direalisasikan.

Teheran Minta AS Tidak Tergesa-gesa

Baghaei memperingatkan kepada AS agar tidak berkomentar mengenai waktu penandatanganan tersebut. Ia menekankan bahwa proses negosiasi masih berlangsung dan belum ada keputusan final dari pihak Iran.

“Kita harus menunggu dan melihat tanggal pasti penandatanganan nota kesepahaman, meski itu tidak akan terjadi besok,” kata Baghaei, seperti dikutip media pemerintah Iran, Sabtu (13/6/2026).

“Kemungkinan hal ini terjadi dalam beberapa hari mendatang tidak bisa dikesampingkan. Namun, karena keraguan pihak lain, kita harus berhati-hati dalam memberikan komentar apa pun tentang proses ini,” ujarnya lagi.

Klaim Trump Soal Waktu Penandatanganan

Di sisi lain, Trump mengeklaim AS dan Iran akan menandatangani kesepakatan damai pada Minggu (14/6/2026). Dia juga memastikan Selat Hormuz akan dibuka secara penuh setelah penandatanganan.

“Kesepakatan dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz dibuka untuk semua,” kata Trump, di platform media sosial Truth Social.

Dia berharap proses negosiasi damai dengan Iran, termasuk program nuklir dan Selat Hormuz, akan berjalan lancar. Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat respons hati-hati dari Teheran.

“Semoga proses ini akan berjalan dengan cepat, mudah, dan lancar. Jika tidak, kita memiliki alternatif utama, semoga tidak akan pernah digunakan lagi!” katanya, merujuk pada operasi militer yang sebelumnya selalu menjadi ancamannya.

Isu yang Masih Mengganjal

Ini bukan pertama kali kedua pihak hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari, namun belum juga terwujud. Dua isu penting yang menjadi ganjalan kesepakatan adalah Selat Hormuz dan program nuklir Iran.

Selain itu Iran ingin memasukkan konflik Israel-Lebanon dalam kesepakatan damai. Namun AS tak melibatkan Israel dalam kesepakatan tersebut. Perbedaan pandangan ini menjadi salah satu alasan mengapa proses negosiasi masih berlarut-larut tanpa kepastian.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler