PARADAPOS.COM - Arus balik Lebaran 2026 di jalur selatan Jawa Barat kembali diwarnai kemacetan. Sejumlah pemudik melaporkan terjebak antrean panjang di ruas Jalan Raya Kadungora, Kabupaten Garut, dalam perjalanan mereka menuju Bandung dan Jakarta pada Rabu, 25 Maret 2026. Untuk mengurai kepadatan, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah dari arah Garut dan Tasikmalaya.
Pengalaman Pemudik di Tengah Kemacetan
Suasana padat di jalur tersebut dirasakan langsung oleh para pemudik, seperti Thomas Adhijaya dan Debi Nurfitriani. Pasangan yang hendak pulang ke Cianjur setelah mudik ke Kuningan ini mengakui perjalanan mereka sempat terhambat.
"Tadi sedikit ada kendala di Garut, macet. Tapi ke sini sudah lumayan lancar," tutur Thomas saat ditemui di area Sunrise Terowongan Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung.
Mereka telah memulai perjalanan sejak pukul 08.00 WIB dari Kuningan. Meski sempat tertahan, harapan mereka sederhana: agar sisa perjalanan berlangsung mulus. "Harapannya semoga lancar sampai tujuan dan selamat," tambah Thomas.
Rekayasa Lalu Lintas dan Kondisi di Lapangan
Kepadatan yang dialami pemudik tersebut merupakan dampak langsung dari pemberlakuan sistem satu arah. Pantauan di lokasi menunjukkan, arus kendaraan dari arah Garut menuju Bandung mengalami antrean yang cukup panjang. Sebaliknya, lajur dari Bandung menuju Tasikmalaya dan Garut terpantau lebih lengang.
Dinamika di pinggir jalan pun turut berubah. Kehadiran pedagang kaki lima yang menjajakan aneka camilan seperti cimol, kerupuk, dan minuman menjadi pemandangan umum. Mereka memanfaatkan momen ketika kendaraan melambat atau berhenti untuk menawarkan dagangan kepada pemudik yang kelelahan.
Upaya Pengaturan dan Imbauan Keselamatan
Cuaca cerah berawan di wilayah Garut pada hari itu setidaknya tidak memperparah kondisi. Di balik kemacetan, terlihat upaya petugas kepolisian dan dinas perhubungan yang aktif mengatur lalu lintas di titik-titik rawan. Kehadiran mereka diharapkan dapat mencegah kemacetan yang lebih parah dan menjaga kelancaran arus kendaraan secara bertahap.
Menyikapi situasi ini, pihak berwenang mengimbau para pemudik untuk selalu waspada. Menjaga kondisi fisik selama perjalanan panjang dan mematuhi setiap arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan dengan selamat di tengah tingginya volume kendaraan arus balik.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet dan Menhub Gelar Inspeksi Mendadak Dini Hari di Terminal Pulo Gebang
Program Revitalisasi Sekolah Serap 238 Ribu Pekerja dan Gerakkan 58 Ribu UMKM
Arus Balik Lebaran di Bakauheni Landai, Zona Tunggu Kendaraan Kosong
Terminal Pulo Gebang Prediksi Puncak Arus Balik Akhir Pekan Ini