PARADAPOS.COM - Krisis energi dan meningkatnya kebutuhan akan transportasi ramah lingkungan mendorong perhatian lebih pada kendaraan elektrifikasi, seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV), di DKI Jakarta. Selain efisiensi energi, sistem pendingin yang optimal menjadi krusial agar seluruh komponen kendaraan, mulai dari mesin hingga baterai, dapat bekerja stabil dalam berbagai kondisi berkendara.
Suhu Kerja Ideal Menjadi Kunci
Setiap komponen pada mobil hybrid maupun listrik memiliki suhu kerja ideal yang harus dijaga. Bukan hanya mesin bensin pada mobil hybrid yang membutuhkan pendinginan, komponen elektrifikasi seperti baterai, inverter, dan motor listrik juga memerlukan sistem pendingin yang mumpuni.
President Director PT Autochem Industry (AI), Henry Sada, menjelaskan bahwa pendinginan berbasis cairan menjadi penting ketika pendinginan udara sudah tidak lagi mencukupi. Ia menuturkan, pada prinsipnya, semua komponen di kendaraan memerlukan suhu kerja ideal. Tak terkecuali pada mobil listrik dan mobil hybrid. Jika pendinginan udara sudah tidak lagi mencukupi, maka diperlukan pendinginan berbasis air dengan radiator yang lebih mumpuni.
“Radiator coolant yang digunakan memiliki spesifikasi khusus dengan teknologi terbaru, seperti yang dimiliki oleh Master Radiator Coolant Gold. Radiator coolant ini memiliki semua kemampuan yang dibutuhkan oleh kendaraan elektrifikasi supaya dapat beroperasi normal di berbagai kondisi berkendara,” terang Henry Sada, melalui keterangan resminya.
Cocok untuk Mobil Listrik dan Hybrid
Master Radiator Coolant Gold 50/50 dirancang untuk mendukung kebutuhan pendinginan kendaraan elektrifikasi maupun mesin pembakaran internal modern. Pada mobil hybrid, sistem pendingin dibutuhkan untuk menjaga suhu kerja mesin bensin sekaligus komponen elektrifikasi. Sementara pada mobil listrik, pendinginan berperan penting untuk menjaga suhu baterai tetap berada di rentang ideal sekitar 20-40 derajat Celcius.
Cairan ini menggunakan komposisi glycol 50 persen yang berfungsi meningkatkan titik didih coolant agar tidak cepat menguap, menurunkan titik beku, serta menjaga suhu kerja kendaraan tetap stabil. Dengan kemampuan transfer panas yang diklaim optimal, radiator coolant ini dinilai mampu menjaga efisiensi baterai mobil listrik. Sebab, suhu baterai yang terlalu rendah dapat mengurangi energi yang dihasilkan, sementara suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan efisiensi secara drastis.
Selain baterai, sistem pendingin juga membantu menjaga performa motor listrik dan inverter agar tetap bekerja optimal di kondisi lalu lintas perkotaan yang padat maupun iklim tropis yang panas dan lembap.
Menggunakan Teknologi OAT
Produk ini juga menggunakan teknologi Organic Acid Technology (OAT) berbahan dasar organik yang diklaim lebih ramah lingkungan. Teknologi tersebut bekerja melindungi area logam yang membutuhkan perlindungan tanpa menggunakan bahan berbahaya.
Penggunaan aditif organik pada OAT disebut tidak mudah habis dan tidak meninggalkan kerak atau endapan yang berpotensi menyumbat saluran radiator maupun memicu korosi. Formula ini juga tidak mengandung silikat, nitrit, nitrat, borat, amina, dan fosfat. Selain kendaraan elektrifikasi, radiator coolant ini juga dapat digunakan pada mesin pembakaran internal modern dengan teknologi turbo, direct injection, dan katup variabel sesuai spesifikasi pabrikan kendaraan.
Beberapa keunggulan Master Radiator Coolant Gold 50/50 di antaranya memiliki titik didih hingga 129 derajat Celcius pada tekanan tutup radiator 1,1 bar, minim penguapan, memiliki perlindungan anti korosi, serta mendukung perlindungan seal water pump.
“Kandungan aditif Master Radiator Coolant Gold telah disesuaikan supaya memiliki kemampuan transfer heat yang cepat dan maksimal, serta titik didih yang tinggi. Sehingga, suhu mesin tetap stabil di berbagai kondisi berkendara, termasuk memastikan karat tidak menyerang radiator dengan teknologi anti korosi yang organik. Radiator coolant ini juga cocok untuk mobil listrik dan mobil hybrid karena kemampuannya dalam menjaga suhu kerja komponen elektrifikasi dalam skenario berkendara stop and go di perkotaan dan iklim tropis ekstrem yang panas dan lembap,” tutup Henry Sada.
Editor: Laras Wulandari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
UMKM Binaan Pertamina Raup Transaksi dan Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer Expo 2026
Presiden Prabowo Resmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo Usai KTT ASEAN
Kesehatan Mental Sama Krusialnya dengan Fisik, Pakai Waspadai Gejala Seperti Perubahan Suasana Hati Hingga Gangguan Tidur
UEA Berhasil Cegat Rudal dan Drone dari Iran, Tiga Orang Terluka