PARADAPOS.COM - Kasus gangguan jiwa di kalangan tentara Israel selama perang Gaza disebut sebagai yang terparah dalam sejarah militer negara tersebut. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dilaporkan menyembunyikan data ribuan prajurit yang dipecat akibat tekanan psikologis berat, demi menjaga moral publik. Informasi ini terungkap dari laporan surat kabar Haaretz yang mengutip sumber pejabat direktorat personalia angkatan bersenjata Israel.
Lonjakan Krisis Mental di Medan Perang
Sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, militer Israel menghadapi gelombang gangguan psikologis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak tentara yang terlibat langsung dalam pertempuran dan pengepungan Gaza mengaku mengalami tekanan mental serius. Akibatnya, mereka tidak lagi mampu kembali bertugas di medan perang.
Seorang sumber dari kalangan perwira menyebutkan bahwa jumlah tentara yang diberhentikan karena gangguan kejiwaan diyakini sebagai yang tertinggi dalam sejarah IDF. Namun, militer enggan membuka data lengkap karena besarnya skala krisis yang terjadi di kalangan pasukan.
Penolakan Data dan Tuduhan Manipulasi
Haaretz mengungkapkan bahwa IDF tidak memublikasikan seluruh data terkait tentara yang dipecat akibat kondisi mental mereka. Permintaan data lengkap yang diajukan media tersebut pada 2025 pun ditolak dan berlarut-larut tanpa kejelasan. Menurut laporan itu, militer Israel beberapa kali meminta perpanjangan waktu untuk merespons permintaan berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi Israel. Namun, hingga tenggat berakhir, data lengkap tetap tidak diberikan.
Mengutip para perwira di direktorat personalia militer dan kantor juru bicara IDF, Haaretz menyebut adanya kecenderungan menunda perilisan data yang dianggap tidak menguntungkan citra militer atau para komandan. Seorang perwira bahkan mengungkapkan bahwa ada pihak internal yang mengetahui cara memanipulasi angka dan persentase guna menyembunyikan informasi yang tidak memuaskan militer.
Kutipan Sumber Internal
“Jika juru bicara militer membutuhkan informasi untuk membantah klaim jurnalistik atau politik, mereka melakukan segala upaya untuk mendapatkannya dalam hitungan jam,” ujar perwira tersebut.
Dia menegaskan, militer tidak ingin publik mengetahui sejauh mana tekanan psikologis yang dialami tentara Israel di lapangan. Sumber di departemen kesehatan mental militer juga meyakini bahwa IDF sengaja menghindari publikasi data karena khawatir dapat memengaruhi moral publik Israel di tengah perang yang terus berlangsung.
Data Parsial yang Akhirnya Dirilis
Berdasarkan data dari asosiasi Hatzlacha yang dikutip Haaretz, hingga Juli 2025 militer Israel akhirnya setuju merilis sebagian data. Data tersebut hanya mencakup tahun pertama perang Gaza. Angkanya menunjukkan bahwa sebanyak 7.241 perwira dan tentara diberhentikan dari dinas militer karena gangguan kejiwaan. Meski demikian, angka ini diyakini hanya sebagian kecil dari total kasus yang sebenarnya terjadi.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Survei: 52,4 Persen Warga Spanyol Nilai AS dan Israel Kalah dalam Perang Lawan Iran
Arab Saudi Tolak Izinkan AS Gunakan Pangkalan dan Wilayah Udara demi Operasi Pengawalan di Selat Hormuz
Spanyol Evakuasi 140 Penumpang Kapal Pesiar yang Terpapar Hantavirus
Sejarawan Beijing Prediksi Tiga Titik Panas Asia Timur: Taiwan, Selat Malaka, dan Semenanjung Korea