Ribuan Warga Sambut Histeris Gubernur Dedi Mulyadi di Kirab Milangkala Tatar Sunda Bogor

- Jumat, 08 Mei 2026 | 23:50 WIB
Ribuan Warga Sambut Histeris Gubernur Dedi Mulyadi di Kirab Milangkala Tatar Sunda Bogor

PARADAPOS.COM - Ribuan warga memadati kawasan Batutulis, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Jumat malam, 8 Mei 2026, untuk menyaksikan Kirab Milangkala Tatar Sunda. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang hadir dalam puncak acara tersebut disambut histeris dengan teriakan “Bapak Aing” dari kerumunan yang sudah menunggu sejak sore. Kegiatan yang berpusat di Museum Pajajaran Batutulis ini melibatkan sejumlah pejabat daerah dan menampilkan arak-arakan kesenian tradisional Sunda, termasuk pawai Mahkota Binokasih.

Antusiasme Warga dan Kemacetan di Sepanjang Jalan Batutulis

Arus lalu lintas di Jalan Batutulis terpantau padat merayap sejak sore hari. Ribuan orang berjejer di tepi jalan, tak sabar menanti kedatangan sang gubernur. Suasana semakin semarak saat rombongan pejabat mulai berdatangan ke pelataran museum. Beberapa kepala daerah yang hadir antara lain Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wali Kota Depok Supian Sauri, Bupati Bogor Rudy Susmanto, dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhendi, yang akrab disapa Jaro Ade.

Tak lama berselang, Dedi Mulyadi tiba dengan pakaian serba putih dan ikat kepala khasnya. Ia langsung menghampiri Wali Kota Bogor Dedie Rachim serta para pejabat lainnya yang sudah berada di lokasi. Begitu sosoknya muncul, sorak-sorai warga pecah. Nama “Pak Dedi, Bapak Aing” terus diteriakkan, menciptakan atmosfer yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Ritual Pembuka dan Karnaval Kuda Putih

Acara diawali dengan sebuah ritual yang digelar tepat di tengah jalan, berhadapan langsung antara Museum Pajajaran dan Istana Batutulis. Setelah prosesi adat selesai, Gubernur bersama para pejabat lainnya menunggangi kuda putih. Mereka memulai perjalanan karnaval dari Batutulis menuju Jalan Surya Kencana, dikawal oleh ribuan pasang mata yang tak henti bersorak.

Pemandangan itu menjadi daya tarik tersendiri. Di sepanjang rute, warga berusaha mengabadikan momen dengan ponsel masing-masing. Beberapa di antaranya bahkan berlari kecil mengikuti iring-iringan, berharap bisa mendapatkan foto yang lebih jelas.

Kesan Warga: Dari Layar Kini Bertatap Muka

Salah seorang warga, Rima Amelia (33), mengaku sangat antusias bisa melihat Gubernur Jawa Barat secara langsung. Selama ini, ia hanya mengenal sosok Dedi Mulyadi dari tayangan YouTube dan media sosial.

“Seneng banget bisa ngeliat dan ketemu langsung Pak Dedi Bapak Aing. Cuma tadi ga bisa salaman karena mungkin banyak orang, jadi cuma bisa ngeliat doang, sama foto beliau saat naik kuda,” katanya.

Tak hanya bertemu gubernur, Rima juga terkesima dengan ragam kesenian yang ditampilkan. Ia mengaku baru menyadari betapa kayanya budaya Jawa Barat setelah menyaksikan langsung pergelaran tersebut.

“Tadi banyak ya, ada ondel-ondel berwajah cepot, gareng, petruk dan lainnya. Terus ada juga kesenian orang berkostum ondel-ondel, terus jajangkungan dan banyak lagi yang lainnya. Pokoknya seneng banget, rame dan saya baru tahu ternyata Jawa Barat punya seni dan budaya yang bervariasi,” ungkapnya.

Rima berharap kegiatan serupa bisa terus digelar setiap tahun. Menurutnya, acara seperti ini bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat.

“Yang terpenting saya mendoakan Pak Dedi selalu sehat dan panjang umur agar bisa terus menjalankan tugasnya, serta selalu dekat dengan rakyat,” tandasnya.

Ragam Kesenian dan Pawai Mahkota Binokasih

Kirab budaya Tatar Sunda kali ini diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari arak-arakan kesenian Sunda hingga pawai Kirab Mahkota Binokasih, sebuah simbol budaya yang sarat makna. Tak ketinggalan, penampilan dari berbagai kampung adat turut memeriahkan acara. Beberapa di antaranya adalah Gelaralam, Sinarresmi, Ciptamulya, Naga, Urug, Kuta, Dukuh, Cigugur, Cikondang, Pulo, Cireundeu, Miduana, Cikalong, dan Galuh. Masing-masing menampilkan ciri khas seni dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar