Arus Balik Lebaran 2026: 45.000 Kendaraan Masih Belum Kembali ke Jakarta

- Kamis, 26 Maret 2026 | 18:25 WIB
Arus Balik Lebaran 2026: 45.000 Kendaraan Masih Belum Kembali ke Jakarta

PARADAPOS.COM - Arus balik Lebaran 2026 masih memberikan tekanan signifikan pada ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Kamis, 26 Maret 2026, diperkirakan masih ada sekitar 45.000 kendaraan yang belum kembali ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Angka ini muncul setelah lebih dari 43.700 kendaraan tercatat melintasi jalur fungsional yang dioperasikan khusus untuk menampung lonjakan arus mudik.

Estimasi dan Data Lalu Lintas

Pengelola jalan tol, PT Jasamarga Japek II Selatan, terus memantau perkembangan kepadatan. Direktur Utama perusahaan, Charles Lendra, memberikan penjelasan terperinci mengenai situasi di lapangan. Ia menyampaikan estimasi terbaru dari Posko Japek II Selatan.

"Estimasi kendaraan yang belum kembali ke Jakarta diperkirakan 45 ribu lagi," ungkap Charles Lendra pada Kamis sore.

Jalur fungsional yang menjadi fokus perhatian ini telah diaktifkan sejak 19 Maret dan rencananya akan terus beroperasi hingga Minggu, 29 Maret 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengelola untuk mengurai kemacetan dan memberikan alternatif jalan bagi pemudik yang kembali dari wilayah Bandung menuju Bekasi, Jakarta, dan Bogor.

Kapasitas dan Tantangan di Lapangan

Secara teknis, kapasitas normal jalur fungsional ini dapat menampung antara 350 hingga 700 kendaraan per jam. Namun, Charles Lendra menegaskan bahwa pihaknya siap melakukan manuver pengalihan arus jika terjadi peningkatan volume yang melampaui batas wajar. Fleksibilitas ini dianggap krusial untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, tantangan nyata tetap muncul di lapangan. Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang cukup rumit, terutama di sekitar pintu keluar Gerbang Tol (GT) Sadang. Sejumlah kendaraan yang seharusnya keluar ternyata masih terjebak masuk ke dalam jalur fungsional. Akibatnya, pengemudi terpaksa melakukan manuver mundur, yang tentu saja memperlambat arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan titik kemacetan baru.

Kejadian seperti ini menggarisbawahi kompleksnya pengelolaan lalu lintas saat puncak arus balik. Diperlukan koordinasi yang solid antara petugas di lapangan dan kewaspadaan tinggi dari para pengendara untuk meminimalisir gangguan dan memastikan perjalanan semua pemudik berakhir dengan selamat.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar