PARADAPOS.COM - Seorang pedagang tempe bernama Eko Susanto menjadi korban penyiraman cairan oleh dua orang tak dikenal (OTK) di area persawahan Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, pada Rabu pagi, 13 Mei 2026. Peristiwa itu terjadi saat korban hendak mengambil dagangan ke Pasar Ngadirojo. Akibat serangan tersebut, Eko mengalami luka bakar di bagian mata, telinga, dan dada, dan kini harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Darsono Pacitan. Polres Pacitan telah menerima laporan dan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif serta pelaku di balik aksi ini.
Kronologi Penyiraman di Pinggir Sawah
Kejadian bermula ketika Eko melintas di jalan pinggir sawah wilayah Desa Wiyoro. Dua orang tak dikenal tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya. Anak korban, Sela Dewi Agustina, menuturkan bahwa pelaku berpura-pura menyampaikan titipan sebelum melancarkan aksinya.
“Pelaku mengaku ada titipan. Setelah bapak berhenti, dua orang yang memakai jas hujan dan helm langsung menyiramkan cairan dari dalam botol,” ujarnya.
Usai disiram, korban segera mendatangi Polsek Ngadirojo untuk meminta pertolongan. Dari sana, ia dilarikan ke Puskesmas Ngadirojo dan kemudian dirujuk ke RSUD dr. Darsono Pacitan guna menjalani perawatan medis lebih lanjut.
Kondisi Korban dan Rencana Rujukan
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, mengungkapkan bahwa kondisi Eko secara umum masih stabil. Namun, luka yang diderita memerlukan penanganan spesialis.
“Secara garis besar stabil. Tetapi pasien perlu dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki dokter spesialis bedah plastik dan rekonstruksi,” jelasnya.
Dokter Johan menambahkan, jejas atau luka akibat siraman cairan ditemukan di bagian wajah, kelopak mata, dagu, dan dada, dengan dominasi di sisi kiri tubuh. Luas luka bakar diperkirakan sekitar 10 persen. Karena diduga kuat cairan yang digunakan mengandung bahan kimia, korban membutuhkan penanganan medis lanjutan secara khusus.
“Untuk memastikan jenis cairan kimia, nanti ada pemeriksaan lanjutan oleh pihak kepolisian,” tuturnya.
RSUD dr. Darsono Pacitan belum memiliki dokter spesialis bedah plastik. Oleh karena itu, korban direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit di Solo, Yogyakarta, atau RSUD dr. Soedono Madiun.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Polres Pacitan bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga. Pamenwas Polres Pacitan Kompol Prabowo menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan saat ini masih dalam tahap penanganan.
“Kami telah menerima laporan warga. Saat ini masih dalam penanganan,” katanya.
Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap pelaku serta motif di balik penyiraman cairan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku atau jenis cairan yang digunakan.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
393 Calon Haji dari Sulawesi Selatan dan Papua Diberangkatkan ke Makkah, Empat Jemaah Batal Terbang karena Sakit
Menjelang Iduladha 2026, Kementan Perketat Pengawasan Zoonosis dan Keamanan Daging Kurban
Kakorlantas Siagakan Personel 24 Jam Antisipasi Lonjakan Arus Libur Kenaikan Isa Al-Masih
Efisiensi Energi PGE Melonjak 126 Persen di 2025, Dukung Target NZE Indonesia