Menekraf: Kebijakan Berbasis Data Kunci Optimalkan Ekonomi Kreatif

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:50 WIB
Menekraf: Kebijakan Berbasis Data Kunci Optimalkan Ekonomi Kreatif

PARADAPOS.COM - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf, Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa kebijakan berbasis data merupakan kunci untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya ke kantor Katadata Indonesia di Jakarta, Jumat (27/3), untuk berdialog dengan pelaku ekosistem, khususnya di sektor media.

Ekonomi Kreatif: "Tambang Baru" yang Tersebar

Dalam pertemuan itu, Menekraf Teuku Riefky Harsya menggambarkan besarnya peluang yang ada. Ia menyebut sektor ini ibarat sumber daya alam baru yang bisa digali dari berbagai penjuru negeri.

"Ekonomi kreatif atau industri kreatif ini seperti the new mining atau tambang baru yang tersebar di seluruh daerah dan harus kita kelola bersama," tuturnya.

Pemerintah, menurutnya, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, memang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin penggerak ekonomi nasional ke depan. Untuk itu, pendekatan yang diambil tidak bisa lagi sekadar intuisi, melainkan harus didasarkan pada data yang akurat agar kebijakan untuk 17 subsektor yang ada tepat sasaran.

Kinerja Nyata dan Kolaborasi Strategis

Dukungan pada pendekatan data ini bukan tanpa alasan. Dalam paparannya, Menekraf mengungkap sejumlah capaian konkret. Realisasi investasi di sektor ini hingga 2024 telah mencapai Rp183,01 triliun, atau melampaui target yang dicanangkan untuk tahun 2025. Sementara itu, pertumbuhan PDB ekonomi kreatif tercatat sebesar 6,57 persen pada tahun lalu, angka yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03 persen.

Pencapaian ini menjadi fondasi untuk akselerasi lebih lanjut. Menekraf menilai kolaborasi dengan pihak seperti Katadata menjadi sangat relevan untuk menyusun langkah strategis ke depan.

"Potensi ekonomi kreatif berbasis data untuk akselerasi pertumbuhan sangat besar. Kolaborasi dengan Katadata sangat relevan untuk menyusun kebijakan berbasis data," jelasnya.

Dukungan dari Ekosistem Data

Di sisi lain, Co-founder Katadata Metta Dharmasaputra menyambut positif sinergi ini. Dalam diskusi tersebut, ia menyatakan komitmen perusahaannya untuk mendukung penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui penyediaan data berbasis riset dan komunikasi yang efektif.

Metta meyakini bahwa masa depan sektor ini sangat bergantung pada bagaimana ekosistem yang kolaboratif dibangun.

"Kami percaya masa depan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada ekosistem kolaboratif yang didukung data, riset, dan narasi yang kuat," ungkap Metta.

Katadata pun memaparkan sejumlah inisiatif strategis yang dapat mendukung hal tersebut, mulai dari penguatan insight data, penyelenggaraan forum, hingga dukungan promosi bagi pelaku UMKM kreatif.

Mendorong Fondasi Data untuk Kebijakan

Pertemuan ini pada akhirnya menghasilkan kesepahaman antara pemerintah dan penyedia data. Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong peran data sebagai fondasi dalam memperkuat ekonomi kreatif. Diskusi juga mengerucut pada potensi kolaborasi lintas sektor yang lebih nyata, termasuk penguatan dukungan kepada UMKM, pengembangan kekayaan intelektual, serta tentu saja, pemanfaatan data mentah menjadi informasi strategis untuk penyusunan kebijakan yang lebih terukur dan berdampak luas.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar