Menparekraf Sebut Ekonomi Kreatif adalah Tambang Baru Penyokong Pertumbuhan

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:25 WIB
Menparekraf Sebut Ekonomi Kreatif adalah Tambang Baru Penyokong Pertumbuhan

PARADAPOS.COM - Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru bagi Indonesia, dengan potensi yang disetarakan dengan kekayaan tambang. Pernyataan ini disampaikan dalam kunjungan kerja ke kantor Katadata Indonesia di Jakarta, Jumat (28/3/2026) malam, yang menekankan pentingnya kolaborasi berbasis data untuk mendorong 17 subsektor ekonomi kreatif di daerah.

Ekonomi Kreatif: "Tambang Baru" yang Tersebar

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh sejumlah pejabat eselon I kementeriannya, Menparekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan visi pemerintah untuk menjadikan industri kreatif sebagai tulang punggung ekonomi. Ia menggambarkan potensi sektor ini yang merata di seluruh penjuru negeri.

"Pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto melihat potensi ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi kreatif atau industri kreatif ini seperti the new mining atau tambang baru yang tersebar di seluruh daerah dan harus kita kelola bersama," tuturnya, mengutip siaran resmi Kementerian Ekonomi Kreatif.

Kolaborasi Data untuk Kebijakan yang Tepat Sasaran

Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Tujuannya adalah menjaring aspirasi langsung dari pelaku, khususnya di ranah media, untuk merumuskan kebijakan yang lebih responsif. Menteri Riefky menekankan, pendekatan yang mengandalkan data akurat adalah kunci untuk memetakan dan mengakselerasi potensi yang ada.

"Potensi ekonomi kreatif berbasis data untuk akselerasi pertumbuhan sangat besar. Kolaborasi dengan Katadata sangat relevan untuk menyusun kebijakan berbasis data. Dari data inilah, kita bisa menentukan arah pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang tepat sasaran," tegasnya.

Capain Positif dan Target Ke Depan

Untuk mengukur keberhasilan, Kementerian Ekonomi Kreatif berfokus pada empat indikator utama: investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Data yang diungkapkan menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga 2025, realisasi investasi di sektor ini telah mencapai Rp183,01 triliun, melampaui target yang ditetapkan.

Lebih lanjut, pertumbuhan PDB ekonomi kreatif pada 2024 tercatat sebesar 6,57 persen, angka yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,03 persen. Capaian ini memperkuat posisi sektor ekraf sebagai penyumbang signifikan bagi perekonomian.

Komitmen Media sebagai Mitra Strategis

Di sisi lain, perwakilan Katadata Indonesia menyambut baik kolaborasi ini. Dalam diskusi, mereka memaparkan berbagai inisiatif strategis, termasuk penguatan wawasan data dan dukungan promosi bagi pelaku UMKM kreatif. Komitmen untuk menjadi mitra pemerintah dalam membangun narasi informasi yang solid pun ditegaskan.

"Katadata sebagai media nasional selalu memiliki data berbasis riset dan komunikasi. Kami percaya masa depan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada ekosistem kolaboratif yang didukung data, riset, dan narasi yang kuat. Kami juga menginginkan kembali kawasan Blok M sebagai sentra yang tidak hanya untuk pemikiran serta ruang diskusi, tetapi juga oase untuk diskusi kreatif dan budaya," ungkap Co-founder Katadata, Metta Dharmasaputra.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut kemudian berlanjut dengan pembahasan lebih mendalam mengenai bentuk kolaborasi konkret. Diskusi difokuskan pada titik temu antara pemerintah, swasta, dan media, mencakup dukungan kepada UMKM, pengembangan kekayaan intelektual, serta pemanfaatan data komprehensif sebagai fondasi perencanaan kebijakan nasional di sektor kreatif.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar