PARADAPOS.COM - Musibah petir menewaskan satu orang dan melukai sembilan lainnya di dua pantai selatan Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (28/3) sore. Insiden ini terjadi saat para korban sedang berteduh dari hujan deras yang disertai petir di kawasan wisata Pantai Bambang dan Pantai Watu Pecak, Kecamatan Pasirian.
Kronologi Kejadian di Tengah Cuaca Ekstrem
Cuaca di kawasan pantai selatan Lumajang memang dikenal cepat berubah. Pada Sabtu sore itu, hujan deras dan petir tiba-tiba menyergap. Banyak wisatawan yang telah meninggalkan lokasi, namun beberapa memilih bertahan dengan berteduh sambil menunggu hujan reda. Keputusan untuk berlindung di tempat yang tidak aman justru berujung malapetaka.
Di Pantai Bambang, delapan orang wisatawan berkumpul di sebuah pondok darurat berbahan terpal yang mereka buat sendiri. Suasana yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru berubah menjadi lokasi tragedi.
“Tidak beberapa lama kemudian, tiba-tiba petir menyambar tenda mereka,” jelas Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, saat dikonfirmasi pada Minggu.
Akibat sambaran itu, seluruh korban mengalami cedera dengan kondisi yang bervariasi. Beberapa langsung tidak sadarkan diri. Petugas keamanan dan panitia setempat pun sigap membawa mereka untuk mendapatkan pertolongan medis.
Korban Jiwa dan Korban Luka
Dari delapan korban di Pantai Bambang, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan satu lainnya masih dalam kondisi koma. Enam korban lainnya mengalami luka ringan.
“Dari delapan korban, 1 orang diantaranya meninggal dunia, satu orang masih koma dirujuk ke RSUD Pasirian dan 6 orang lainnya mengalami luka ringan yang menjalani perawatan di Puskesmas Pasirian,” ungkap Suprapto.
Korban yang meninggal dunia teridentifikasi sebagai Alvin (23), warga Desa Candipuro. Sementara korban yang masih koma bernama Radit, yang juga berasal dari desa yang sama. Enam korban luka ringan merupakan warga sekitar Kecamatan Candipuro dan Jarit.
Tragedi serupa terjadi di Pantai Watu Pecak yang tidak jauh dari lokasi. Di sana, petir menyambar di sekitar sebuah warung, mengakibatkan dua korban, seorang kakek dan cucunya, pingsan. Keduanya kemudian dilarikan ke RSUD Pasirian untuk mendapatkan perawatan.
Peringatan untuk Kewaspadaan Publik
Insiden memilukan ini menyoroti betapa berbahayanya ancaman cuaca ekstrem, khususnya petir, di kawasan terbuka seperti pantai. Petir dapat menyambar secara tiba-tiba dan mencari jalur konduktor, termasuk melalui struktur darurat seperti pondok terpal.
Menyikapi hal ini, pihak kepolisian melalui Ipda Suprapto mengeluarkan imbauan serius kepada masyarakat dan wisatawan.
“Suprapto mengimbau wisatawan dan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu di kawasan pantai selatan Lumajang, serta mencari tempat yang aman saat cuaca ekstrem melanda wilayah setempat,” tuturnya.
Imbauan ini menekankan pentingnya kesadaran akan perubahan cuaca dan pengetahuan tentang lokasi perlindungan yang aman, seperti bangunan permanen dengan penangkal petir, ketika tanda-tanda badai mulai muncul. Kewaspadaan dan pemahaman tentang keselamatan diri menjadi kunci untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026, 70 Ribu Motor Padati Pantura Cirebon
Pemudik Padang Pariaman Sorot Budaya Minang dengan Motor Bermodifikasi Rumah Gadang
Petugas PPSU dan Warga Dapat Motor Listrik di Pasar Murah Presiden Prabowo
Panduan Lengkap Budidaya Cabai Rawit di Pot untuk Pemula