PARADAPOS.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan optimisme bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mencapai target ambisius nol kematian akibat demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2030. Keyakinan ini didasarkan pada capaian angka fatalitas atau Case Fatality Rate (CFR) yang berhasil ditekan hingga ke rekor terendah sebesar 0,4 persen pada 2025, melampaui target nasional yang ditetapkan di angka 0,5 persen.
Rekor Terendah Angka Fatalitas Jadi Fondasi Optimisme
Optimisme pemerintah bukan tanpa dasar. Capaian signifikan dalam menekan angka kematian akibat DBD menjadi bukti konkret. Pada tahun 2025, Case Fatality Rate (CFR) berhasil diturunkan hingga menyentuh level 0,4 persen, sebuah rekor terendah yang bahkan melampaui target nasional.
Asnawi Abdullah, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes, memberikan penekanan pada tren positif ini. "Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita yaitu Nol Kematian Dengue pada tahun 2030," ujarnya.
Ia melanjutkan dengan analisis yang menggambarkan pergeseran situasi. "Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya," tuturnya.
Ketangguhan Sistem dan Peran Aktif Masyarakat
Di balik angka statistik yang menggembirakan, terdapat dua pilar utama yang menjadi penopang keberhasilan: peningkatan manajemen klinis di fasilitas kesehatan dan peran aktif masyarakat. Program Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang digerakkan dari tingkat akar rumput dinilai sebagai strategi kunci yang efektif.
Keberhasilan ini teruji bahkan ketika Indonesia menghadapi tantangan berat berupa lonjakan kasus pada 2024 akibat fenomena El Nino. Respons yang cepat melalui adopsi teknologi kesehatan dan penguatan aksi lapangan berhasil memulihkan situasi dengan signifikan.
Asnawi Abdullah memaparkan secara rinci tentang kontribusi nyata dari elemen-elemen tersebut. "Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya," jelasnya.
Menatap Target 2030 dengan Strategi Terintegrasi
Pencapaian rekor terendah angka fatalitas DBD menjadi modal berharga sekaligus pijakan untuk langkah-langkah strategis ke depan. Visi nol kematian pada 2030, meski ambisius, kini terlihat lebih realistis dengan fondasi yang telah dibangun. Kombinasi antara ketangguhan sistem kesehatan dalam penanganan kasus dan upaya pencegahan berbasis komunitas seperti Jumantik akan terus menjadi strategi inti. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi, memperkuat kolaborasi antar-sektor, dan mengantisipasi dinamika ancaman penyakit, termasuk faktor-faktor eksternal seperti perubahan iklim yang dapat memengaruhi penyebaran vektor penyakit.
Artikel Terkait
Pengangguran di Kepri Turun Tipis, Disparitas Gender dan Pendidikan Masih Jadi Tantangan
Transformasi Digital Pacu Industri Halal Indonesia ke Pasar Global
HPN 2026 Serang Tekankan Peran Pers Lawan Hoaks dan Jaga Integritas di Era Digital
Rosenior Akui Tantangan Utama: Mencari Keseimbangan Serangan dan Pertahanan di Chelsea