PARADAPOS.COM - Parade bunga hias bertajuk Surabaya Vaganza sukses menyemarakkan malam di Kota Pahlawan, Sabtu (16/5). Acara yang menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, inisiatif Kementerian Pariwisata, mengusung tema "Festival of Light: Garden of Hope". Lebih dari sekadar pameran visual, kegiatan ini tercatat menggerakkan perputaran ekonomi hingga lebih dari Rp2 miliar, yang bersumber dari sektor kuliner, hotel, transportasi, hingga UMKM.
Pesta Cahaya di Kota Pahlawan
Suasana malam itu terasa berbeda. Ratusan lampu warna-warni menghiasi setiap kendaraan hias yang melintas di sepanjang rute utama. Dari kejauhan, kerlap-kerlip itu tampak seperti taman harapan yang benar-benar hidup. Warga dan wisatawan berjejer di tepi jalan, ada yang membawa anak kecil di pundak, ada pula yang merekam momen dengan ponsel mereka.
Dampak Ekonomi yang Terasa Langsung
Tak hanya menyuguhkan keindahan, Surabaya Vaganza juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Para pelaku UMKM melaporkan peningkatan omzet yang signifikan selama acara berlangsung. Pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sekitar lokasi pun kebanjiran pembeli. Sementara itu, okupansi hotel di pusat kota tercatat naik hingga 70 persen pada malam itu.
"Perputaran uang dari sektor kuliner dan transportasi memang paling terasa," ujar salah satu panitia pelaksana di lokasi. Ia menambahkan, efek domino ini sudah diprediksi sejak awal perencanaan acara.
Dukungan Penuh untuk Pariwisata Nasional
Sebagai agenda unggulan KEN 2026, Surabaya Vaganza tidak hanya menjadi ajang promosi pariwisata daerah. Lebih dari itu, acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.
Di sela-sela parade, beberapa pengunjung mengaku terkesan dengan tata cahaya dan tema yang diusung. "Ini seperti melihat taman impian yang diterangi ribuan lampu," ungkap seorang wisatawan asal Malang yang sengaja datang bersama keluarganya.
Antusiasme Warga dan Harapan ke Depan
Keramaian mulai terasa sejak sore hari. Jalan-jalan utama yang menjadi rute parade dipadati kendaraan dan pejalan kaki. Tak sedikit warga yang membawa tikar dan duduk di trotoar untuk menikmati pertunjukan. Suara musik dan gelak tawa bercampur menjadi satu, menciptakan atmosfer khas perayaan rakyat.
Ke depan, panitia berharap acara serupa bisa terus digelar secara rutin. Selain untuk menjaga denyut pariwisata, kegiatan ini dinilai efektif dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat kecil. "Kami ingin Surabaya Vaganza tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan dalam membangun optimisme," tutupnya.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Ketahanan Pangan Faktor Fundamental bagi Kelangsungan Negara
Volume Kendaraan di Tol MBZ Turun 7,89 Persen pada H+1 Libur Kenaikan Yesus Kristus
Borussia Moenchengladbach Hajar Hoffenheim 4-0, Kevin Diks Cetak Gol Spektakuler di Laga Pamungkas Bundesliga
Chelsea Kalah Tipis dari Manchester City di Final Piala FA, Pelatih Interim Sesali Peluang Emas yang Terbuang